Cara Mengubah Posisi Bayi Posterior ke Anterior

Cara Mengubah Posisi Bayi Posterior ke Anterior
Cara Mengubah Posisi Bayi Posterior ke Anterior
Caraprofesor.com

Cara Mengubah Posisi Bayi Posterior ke Anterior – Anda mungkin sudah mendengarkan saran dari bidan atau dokter kandungan agar kepala janin berada di bawah jika ingin dilahirkan secara normal alias melewati vagina. Kemudian, bagaimana caranya agar posisi kepala bayi di bawah, di minggu terakhir kehamilan sampai menjelang persalinan?

Hal pertama yang perlu dipahami, bahwa posisi janin atau bayi di dalam kandungan anda bisa berubah-ubah selama masa kehamilan. Di trimester kedua seumpama, posisi kepala janin bisa saja berada di atas (sungsang atau breech) ataupun melintang (transverse lie).

Tapi di usia kehamilan 33-36 minggu, bayi umumnya mulai bersiap untuk dilahirkan sehingga posisi kepalanya berada di bawah. Idealnya, kepala di bawah juga dibarengi dengan sikap wajah janin yang menghadap ke punggung ibu (anterior), tetapi terkadang saat wajahnya justru menghadap perut (posterior).

Apa itu Posisi Anterior dan Posterior?

Cara Mengubah Posisi Bayi Posterior ke Anterior
https://www.popmama.com/

Biasanya, ibu hamil hanya melakukan langkah-langkah agar kepala bayi di bawah, tetapi kurang mengerti seputar pose anterior dan posterior. Supaya tidak bingung, berikut penjelasan mengenai kedua posisi tersebut.

Baca Juga : Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Instan?

Posisi Bayi Anterior

Anterior yaitu pada saat kepala bayi sudah berada di bawah dan bagian dagu janin melekat di dadanya. Di dalam kandungan wajah bayi akan menghadap ke punggung ibu, dan bagian punggung bayi sejajar dengan perut ibu.

Posisi seperti ini umumnya, menetap ketika usia kandungan ibu sudah menempuh 36 minggu atau ketika ruang gerak dalam rahim ibu sudah sangat terbatas sehingga calon bayi tidak bisa lagi berubah pose. Anterior, menandakan bahwa bayi sudah siap dilahirkan dengan proses yang cukup lancar.

Posisi ini, bisa jadi yang dilakukan bayi untuk menggunakan bagian terkecil kepalanya agar merangsek ke leher rahim sehingga ikut membuka jalan lahir. Rasa sakit yang ibu rasakan selama menjalani proses persalinan si kecil bahkan akan maksimal.

Baca Juga : Manfaat Madu Untuk Ibu Hamil, Supaya Tetap Cantik dan Sehat

Posisi Bayi Posterior

Posisi posterior, menandakan kepala bayi berada di dekat jalan lahir, tetapi wajahnya menghadap perut ibu hamil, bukan punggung. Kondisi seperti ini, bisa terjadi pada sepertiga bayi yang siap dilahirkan melewati persalinan normal, secara khusus di fase pertama persalinan (pembukaan 1-3).

Banyak bayi akan berputar ke posisi anterior seiring membukanya jalan lahir sehingga ibu tetap bisa melanjutkan persalinan tanpa kendala. Hanya saja, tidak sedikit bayi yang tetap berada pada pose posterior sampai dilahirkan sehingga meninggalkan rasa sakit punggung yang hebat pada ibu menjelang persalinan.

Agar mengurangi rasa sakit, dokter biasanya memberikan epidural supaya persalinan normal bisa tetap dilanjutkan dan ibu bisa mengejan dengan baik. Apabila tidak memungkinkan juga, anda mungkin akan direferensikan untuk melahirkan melewati bedah caesar.

Baca Juga : Manfaat Labu Kuning untuk Bayi yang Wajib Bunda Ketahui. Check It!

Apakah Gerakan Menungging Efektif Agar Posisi Kepala Bayi Dibawah?

Cara Mengubah Posisi Bayi Posterior ke Anterior
https://review.bukalapak.com/

Agar posisi kepala bayi di bawah, beberapa bidan atau dokter masih menyarankan ibu hamil untuk melaksanakan gerakan optimal fetal positioning (OFP) alias menungging.

Gerakan menungging pada ibu hamil ini, dilakukan dengan posisi bersujud, kepala melekat di tanah, tangan di samping kuping, dan bokong diangkat setinggi-tingginya. Posisi itu seharusnya ditahan selama setidaknya 10 menit dan dilaksanakan sebanyak 2 kali sehari.

Banyak ibu hamil yang mengatakan terbantu dengan gerakan ini, tetapi bukti ilmiah yang menyatakan OFP memang bisa memutar posisi bayi dari sungsang ke anterior/posterior masih belum ditemukan. Maka dari itu, gerakan ini tetap aman dilakukan oleh ibu hamil untuk meredakan nyeri punggung yang umumnya terjadi di awal fase persalinan.

Baca Juga  : Manfaat Jeruk untuk Ibu Hamil yang Perlu Bunda Ketahui, Yuk, Intip!

Cara yang Benar Agar Posisi Kepala Bayi Tidak Sungsang dan Berada Dibawah!

https://www.orami.co.id/

Apabila posisi kepala janin masih berada di atas (sungsang) atau biasa sisebut posisi bayi sungsang. Saat usia kehamilan sudah menempuh 36 minggu, dokter atau bidan mungkin akan memastikan untuk melakakukan external cephalic version (ECV). ECV yaitu gerakan tertentu yang hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah profesional karena hal ini  bertujuan merubah posisi bayi secara manual.

Setelah mengikuti cara ini,jari ibu hamil akan ditusuk dengan jarum terlebih dahulu untuk melemaskan rahim. Apabila itu, dokter menekan perut ibu untuk merubah posisi janin dari sungsang menjadi miring dan kemudian kepalanya berada di bawah.

Butuh sekitar 3 jam bagi dokter untuk melakakukan prosedur ini, melakukan pemeriksaan janin melewati alat CTG untuk memastikan bayi dalam kondisi sehat sebelum dan setelah prosedur. Jika, janin gagal diputar, prosedur ini bisa diulang kembali.

Baca Juga : Ciri ciri Hamil 2 Minggu yang Jarang Disadari oleh Para Wanita. Yuk, Intip!

Mungkiin para ibu hamil, perlu mengetahui bahawa cara agar posisi kepala bayi di bawah ini bisa terasa tidak nyaman. Ibu hamil bahkan tak boleh melakukan ECV, secara khusus jika memiliki kondisi seperti di bawah ini.

  • Hamil 2 janin atau lebih.
  • Komplikasi pada kehamilan.
  • Pernah melakukan operasi caesar sebelumnya.
  • Pernah mengalami pendarahan vagina.
  • Plasenta previa.
  • Air ketuban terlalu sedikit.
  • Apabila kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

ECV juga tidak disarankan jika bayi anda memmiliki permasalahan dalam perkembangannya. Apabila posisi kepala bayi tidak bisa di bawah atau dokter menilai persalinan normal terlalu berisiko untuk anda ataupun bayi, tidak ada jalan lain selain melahirkan bayi dengan operasi caesar.

Nah, demikian informasi cara mengubah posisi bayi posterior ke anterior dengan cara yang baik dan benar. Dan, pastikan anda benar-benar memahami betul isi artikel di atas agar tidak terjadi kesalahan fatal ya. Selamat mencoba!