bahaya vape atau rokok

Bahaya Vape Atau Rokok

Posted on

bahaya vape atau rokok

Bahaya Vape Atau Rokok – Pembahasan perihal lebih bahaya vape atau rokok, seperti tak ada habisnya. Ada yang bilang jika merokok secara konvensional lebih berbahaya jika dibandingkan dengan menghisap vape. como tomar o ivermectina Namun tak sedikit juga yang mengatakan sebaliknya. Lalu, pernyataan manakah yang benar?

Rokok vape (vaping) atau rokok elektronik sering menjadi opsi bagi banyak orang untuk menghindari rokok batangan. Kegiatan Vaping bukanlah mengisap sebatang tembakau seperti halnya saat merokok secara konvensional, namun mengisap aerosol (asap) yang diberi berbagai variant rasa dengan menggunakan alat khusus (rokok elektrik, bolpen vape, dan alat lain sejenisnya).

Penelitian tentang bahaya vape bagi kesehatan memang belum sebanyak penelitian tentang bahaya merokok secara konvensional, yang telah diketahui secara luas. Walaupun demikian, bukan berarti pertempuran vape dengan rokok mutlak dimenangkan oleh si rokok kekinian yaitu vape.

BACA JUGA : Budi Daya Ikan Gurame

Lebih Bahaya Vape Atau Rokok?

Sumber : https://joglojateng.com/

Dalam vaping memang tak menerapkan tembakau sebagai media hisapnya, namun menggunakan cairan aerosol yang digunakan pada vape juga mengandung nikotin. Zat kimia berbahaya ini juga terdapat pada tembakau di rokok konvensional, serta dapat merusak jantung, paru-paru, hingga meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru-paru dan lain sebagainya.

Nikotin adalah zat kimia rangsang dari tembakau, yang bersifat adiktif dan hampir sama dengan jenis psikotropika lain seperti kokain ataupun heroin. Saat seseorang menghirup asap rokok yang mengandung nikotin, bahan kimia tersebut dengan cepat akan terserap ke dalam darah dan memengaruhi daya kerja otak hanya dalam hitungan 10 detik saja.

Pada saat itu, perokok konvensional ataupun vape sama-sama merasakan kenikmatan dan rasa lega selama beberapa saat. Adrenaline merekan juga akan terpacu sehingga timbul rasa semangat dan lebih berenerjik dalam beraktivitas.

Namun, psikotropika jenis nikotin dapat mengakibatkan efek yang buruk bagi kesehatan jasmani maupun mental, diantaranya ialah seperti:

  • Mengurangi nafsu makan
  • Meningkatkan kerja jantung dan tekanan darah
  • Menstimulasi aktivitas berlebihan di saluran cerna
  • Meningkatkan produksi air liur dan lendir
  • Membuat mood dalam diri naik-turun
  • Menstimulasi produksi keringat berlebih
  • Rasa mual
  • Diare

BACA JUGA : Minuman untuk Diet

Mitos dan Fakta Perihal Vape Vs Rokok

Sumber : https://res.cloudinary.com/

Terdapat beragam pendapat mengenai bahaya vape dan juga rokok. Berikut ini beberapa di antara pendapat-pendapat tersebut beserta penjelasan ilmiahnya.

1. Vape lebih sehat dibanding merokok konvensional?

Beberapa ahli menyetujui jika vape dengan menggunakan cairan aerosol mengandung bahaya lebih sedikit dibanding merokok konvensional bagi kesehatan tubuh. Meskipun begitu, bukan berarti menggunakan vape dapat dibilang lebih sehat jika digunakan, sebab cairan yang diterapkkan pada alat vape juga berisiko dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan tubuh dan organ dalam yang fatal.

Salah satunya ialah pengguna vape berisiko dapat terkena cedera paru-paru (EVALI). Kondisi seperti ini dapat menimpa para perokok elektrik (vappng) yang menerapkan cairan vape yang mengandungan zat kimia berbahaya berupa tetrahidrocannabiol (THC).

Berbagai lembaga kesehatan juga memperingatkan para perokok elektrik (vape) untuk lebih berhati-hati pada penggunaan zat pengental cairan vape (vitamin E asetat). Sebab, zat kimia inilah yang paling banyak ditemukan di setiap penelitian para dokter terhadap paru-paru penderita EVALI.

Sehingga dapat dikatakan tak ada yang lebih baik antara vape dan rokok, keduanya sama-sama berisiko dapat merusak organ jantung dan paru-paru.

BACA JUGA : Cara Menebal kan Bulu Mata

2. Apakah Vape Tak Merusak Jantung dan Paru-Paru?
Sumber : https://image-cdn.medkomtek.com/

Data penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru kronis dan juga asma, akibat penggunaan rokok vape. Namun, para peneliti belum dapat menentukan faktor apa yang menyebabkan terjadinya penyakit ini ataupun berapa frekuensi merokok yang mengakibatkan terserang penyakit ini. india covid ivermectin

Jelasnya, vape vs rokok konvensional sebenarnya sama-sama dapat mengakibatkan berbagai masalah dan gangguan pernafasan para penggunanya. Biasnya gejala awal yang akan dialam ialah rasa sesak dibagian dada setelah merokok. Rasa sesak ini juga tak ada hubungannya dengan variasi rasa vape tertentu, sebab semua variasi perasa cair pada vape dapat menimbulkan berbagai permasalahan bagi kesehatan sistem jantung dan paru-paru manusia.

BACA JUGA : Sebutkan Manfaat Kebugaran Jasmani

3. Vape dapat Membantu Anda Stop Merokok?

Sebagian orang mengklaim bahwa vape tak menimbulkan kecanduan dan rasa ketergantungan, bahkan mampu membantu para perokok aktif untuk stop merokok.

Hal tersebut juga telah diungkapkan dalam beberapa penelitian. Namun keefektifan cara satu ini belum mempunyai bukti yang cukup akurat secara ilmiah, sehingga masih simpang siur.

FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, bahkan hingga kini belum memberi lampu hijau atau memperbolehkan, terkait penggunaan vape sebagai salah satu cara yang aman untuk melepaskan diri dari rasa candu akan rokok konvensional atau batangan. ivermectin available for humans

Apalagi cairan yang digunakan untuk vape juga ada yang mengandung zat berbahaya seperti salah satunya nikotin. Sebab nikotin mempunyai efek candu yang sama dengan rokok konvensional pada umumnya, dan amat berbahaya untuk semua usia, baik anak-anak hingga orang dewasa.

BACA JUGA : Darah Tinggi Disebabkan Oleh?

Nah, itulah ulasan singkat tentang fakta dan mitos tentang bahaya vape atau rokok. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam menentukan pilihan yang tepat.

Baca juga  Cara Memakai Hijab Segi Empat Simple dan Modis untuk Wajah Bulat