Arti Kata Dropship dan Perbedaannya dengan Reseller

Pengertian
Arti Kata dropship
Arti Kata dropship

Arti Kata Dropship dan Perbedaannya dengan Reseller. Seiring dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan teknologi, segala hal dapat dilakukan secara online, termasuk berbisnis. Nah, dalam berbisnis online, dikenal adanya istilah dropship. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan dropship? Apa perbedaannya dengan istilah reseller? Dan, apa saja keuntungannya menjadi dropshipper sehingga banyak digandrungi para pebisnis online? Berikut penjelasannya.

 

Arti Kata Dropship

Dropship merupakan sistem perdagangan di mana penjual tidak melakukan stok barang. Penjual hanya memajang foto dari barang dagangan supplier di media sosialnya. Jika ada pembeli yang menginginkannya, penjual akan langsung mengirimkan data lengkap pembeli kepada supplier. Pihak supplierlah yang kemudian memproses pengiriman kepada pembeli atas nama penjual. Adapun keuntungan yang diperoleh penjual adalah selisih harga yang ditetapkan supplier dengan harga yang diberikan kepada pembeli.

 

Perbedaan Dropship dengan Reseller

Dalam bisnis online, selain dropship dikenal pula istilah reseller. Kedua istilah ini pada dasarnya menggambar kegiatan yang sama, yaitu menjualkan barang milik orang lain. Namun begitu, sistem kerjanya jelas sangat berbeda. Berikut ini beberapa perbedaannya:

  1. Dropship tidak menstok barang, reseller harus menstok barang banyak untuk mendapatkan harga murah dari supplier.
  2. Dropship tidak mengurusi masalah pengiriman barang ke pembeli, sedangkan reseller menangani seluruh proses pengiriman barang hingga sampai ke tangan pembeli.
  3. Dropship tidak membutuhkan modal banyak untuk memulai bisnis, reseller membutuhkan dana banyak untuk menstok barang dalam partai besar.
  4. Dropship pasti mendapatkan keuntungan, sedangkan reseller bisa jadi mengalami kerugian jika barang yang sudah dibeli tidak laku terjual.

 

Kerugian Menjadi Dropshipper

Bagi seorang pemula, menjadi dropshipper tentu sangat menguntungkan. Sebab, tidak dibutuhkan modal banyak untuk memulai usaha. Selain itu, tidak banyak proses yang dilakukan hingga barang terkirim dan mendapatkan keuntungan. Namun begitu, bukan berarti sistem perdagangan ini tidak mempunyai kelemahan. Karena tidak mengurusi proses pengiriman barang, sudah pasti dropshipper tidak mengetahui dengan pasti kualitas barang yang dijualnya. Ini artinya, jika ternyata barang yang dijual mempunyai kualitas buruk, akan berpengaruh terhadap kredibilitas bisnis dropshipper itu sendiri. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat memutuskan untuk menjadi dropshipper.

Selain itu, menjual barang yang belum kita miliki hukumnya haram dalam Islam, akan tetapi ada beberapa solusi yang bisa anda baca dalam artikel berikut ini:

https://rumaysho.com/3035-sistem-dropshipping-dan-solusinya.html