5 Dampak inflasi terhadap perekonomian negara serta faktor penyebabnya

Posted on
Dampak inflasi terhadap perekonomian

Dampak inflasi terhadap perekonomian suatu bangsa serta faktor penyebabnya yang perlu Anda ketahui.

Kata inflasi mungkin sudah sangat sering sekali kita dengar akan tetapi ternyata masih banyak yang tidak mengetahui apa arti kata inflasi tersebut?.

Inflasi merupakan salah satu istilah yang sangat familiar di dunia ekonomi. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan inflasi. Kenaikan harga cabai yang begitu melonjak hingga bisa mencapai Rp. 100.000 per kilo nya bisa menjadi salah satu indikasi terjadinya inflasi.

Pengertian inflasi

Inflasi secara umum sebuah keadaan di mana peredaran uang di suatu negara lebih banyak dibandingkan dengan jumlah barang. Hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga barang yang terus-menerus.

Meskipun demikian kenaikan harga barang belum tentu merupakan inflasi. Karena kenaikan barang yang bersifat sementara misalnya tidak bisa dikatakan sebagai inflasi. Contoh yang paling konkrit adalah menjelang hari raya idul fitri atau idul Adha kenaikan harga barang akan semakin tinggi. 

Fenomena ini bukan merupakan inflasi akan tetapi lebih kepada tingginya permintaan barang. Sehingga para penjual akan menaikkan harga barang lantaran karena sulitnya mendapatkan barang disebut untuk memenuhi kebutuhan.

Meskipun demikian, terkadang kenaikan barang juga akibat dari akal-akalan oknum tertentu. Yang membuat barang seolah-olah sulit didapat padahal sebenarnya ditimbun di suatu gudang. Jadi ini bukan merupakan bentuk dari inflasi yang kita bicarakan.

Baca juga  Apa itu PMS? Pengertian, gejala dan cara meringankannya

Penyebab inflasi

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab inflasi di suatu negara. Lantas apa sajakah penyebab dari inflasi tersebut?.

Meningkatnya permintaan

Jika permintaan suatu barang meningkat tinggi akan tetapi sulit unuk mendapatkan barang tersebut maka yang terjadi adalah inflasi. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi meningkatnya permintaan tersebut diantaranya adalah:

  • Tingginya permintaan barang untuk diekspor.
  • Tingginya permintaan barang untuk swasta.
  • Terjadi peningkatan pada belanja pemerintah.

Terjadi kenaikan biaya produksi

Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi adalah meningkatnya biaya produksi suatu barang. Inilah salah satu faktor paling penting yang menyebabkan harga barang menjadi naik. Diantara faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya produksi barang adalah kenaikan harga bahan bakar serta permintaan upah yang tinggi bagi para pekerja.

Peredaran uang yang lebih tinggi

Jika peredaran uang yang berada di masyarakat lebih tinggi dibandingkan jumlah barang yang ada maka akan menyebabkan inflasi. Salah satu faktor yang menyebabkan peredaran uang lebih tinggi dibandingkan jumlah barang adalah bunga bank.

Seperti yang sudah kita ketahui pemerintah telah mencetak uang sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan. Percetakan uang tersebut untuk disesuaikan dengan jumlah barang yang ada di masyarakat.

Tetapi sayangnya pemerintah member distribusikan uang tersebut melalui bank dengan cara pinjam. Seperti yang sudah kita ketahui bersama jika kita meminjam uang di bank maka akan ada bunga yang harus kita bayarkan.

Bunga inilah yang membuat jumlah mata uang menjadi lebih banyak meskipun secara fisik jumlahnya tetap sama. Jadi faktor penyebab inflasi yang paling utama adalah bunga bank itu sendiri. Dari sini jelaslah bahwa Islam melarang riba karena riba akan membawa kehancuran pada suatu negara. Baca juga Dampak negatif globalisasi di bidang sosial budaya dan ekonomi (lengkap)

Baca juga  Sakubun Tentang Negara Jepang

Dampak inflasi terhadap perekonomian bangsa tentu sangat banyak sekali khususnya bagi masyarakat kecil dan menengah. Lantas apa saja dampak inflasi tersebut:

Dampak inflasi terhadap perekonomian

1. Mengurangi daya beli masyarakat

Diantara salah satu dampak terbesar inflasi terhadap perekonomian adalah menurunnya daya beli masyarakat. Padahal seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa daya beli masyarakat yang turun tentu akan berdampak buruk bagi perekonomian.

Hal ini dikarenakan jika masyarakat memiliki daya beli yang turun maka perekonomian akan terhambat. Produk barang dan jasa akan mulai berkurang sehingga para pelaku ekonomi akan dirugikan.

2. Berkurangnya devisa negara

Inflasi sedikit banyak akan mempengaruhi perekonomian kita salah satu diantaranya adalah berkurangnya devisa negara. Saat sebuah negara mengalami inflasi maka kemampuan negara tersebut dalam mengekspor menjadi berkurang. 

Selain itu dampak inflasi yang tidak kalah berbahayanya adalah menurunnya daya saing produk ekspor, yang tentunya juga akan berdampak pada berkurangnya devisa negara.

3. Menurunnya daya tukar rupiah

Melemahnya rupiah salah satu dari dampak inflasi terhadap perekonomian. Dengan inflasi maka nilai uang suatu negara akan mengalami penurunan pula. Tentu hal ini akan sangat merugikan bagi negara yang bersangkutan.

4. Mengganggu kestabilan perekonomian

Jika inflasi berlangsung terus-menerus maka tidak menutup kemungkinan jika kestabilan ekonomi suatu negara akan terganggu. Bagaimana tidak jika inflasi ini tetap berlanjut dampaknya devisa negara akan berkurang serta daya beli masyarakat pun juga akan menurun.

Efeknya jelas perekonomian negara akan mengalami guncangan. Jika hal ini tidak cepat dicarikan solusi maka tidak menutup kemungkinan suatu negara akan mengalami kebangkrutan, seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa pada beberapa tahun lalu.

Baca juga  Pulau Terbesar Di Negara Jepang

5. Semakin buruknya distribusi pendapatan

Saat dilihat dari sudut pandang negara secara keseluruhan inflasi hanya akan menguntungkan orang-orang yang memiliki pendapatan besar saja. Akan tetapi sayangnya orang yang seperti ini hanya sedikit saja sehingga kebanyakan dari masyarakat akan merasakan dampak inflasi yang buruk tersebut.

Sehingga membuat pendapatan masyarakat menjadi berat sebelah atau timpang. Hal ini selain akan berakibat pada perekonomian masyarakat juga bisa meningkatkan angka kriminalitas.

Jenis-jenis inflasi

Inflasi dibagi menjadi beberapa jenis yang menentukan tingkat keparahannya. Diantara jenis inflasi tersebut yaitu:

Inflasi ringan

sesuai namanya inflasi ringan secara umum masih sedikit mudah untuk dikendalikan karena tergolong sebagai jenis inflasi tahap awal. Meskipun dianggap sebagai inflasi ringan jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan inflasi yang lebih parah.

Inflasi ringan ini biasanya ditandai dengan kenaikan barang dan jasa hingga 10% dalam 1 tahun nya.

Inflasi sedang

Inflasi tingkat ini lebih tinggi dan cukup berdampak terutama bagi kesejahteraan masyarakat secara umum. Masyarakat yang hanya mengandalkan penghasilan tetap maka akan paling merasakan dampak dari inflasi sedang tersebut. Disebut sebagai inflasi sedang jika kenaikan harga berkisar antara 10 hingga 30% dalam 1 tahunnya.

Meskipun sudah mulai berdampak pada kesejahteraan masyarakat inflasi sedang secara umum masih belum berpengaruh banyak pada perekonomian suatu negara.

Inflasi berat

Inflasi berat bisa berdampak buruk bagi perekonomian suatu negara. Inflasi jenis ini bisa mengakibatkan guncangan yang besar bagi perekonomian serta membuat kesejahteraan masyarakat menjadi terganggu.

Dampak inflasi berat ini juga sangat luas dan mempengaruhi hampir di semua sektor. Suatu inflasi disebut sebagai inflasi berat jika sudah berada pada tingkat 30 hingga 100% dalam 1 tahunnya.

Inflasi sangat berat

Inflasi sangat berat ini biasanya merupakan puncak dari berbagai jenis-jenis inflasi tersebut. Jika inflasi berat ini sudah dirasakan oleh suatu negara maka bisa dikatakan negara tersebut telah mengalami kebangkrutan.

Inflasi berat ini biasanya terjadi pada kisaran 100% keatas. Inflasi sangat berat ini biasanya cukup sulit untuk diatasi bahkan dengan dilakukannya kebijakan moneter sekalipun.

Demikian tadi informasi mengenai dampak inflasi terhadap perekonomian bangsa serta penyebabnya. Dengan mengetahui informasi diatas diharapkan anda lebih memahami mengenai dampak buruk yang diakibatkan oleh inflasi bagi kehidupan masyarakat.