Organisasi Olahraga Nasional Induk Adalah

organisasi olahraga nasional induk adalah

organisasi olahraga nasional induk adalah

Organisasi olahraga nasional induk adalah – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) atau Komite Olahraga Nasional (KON) adalah lembaga otoritas keolahragaan di Indonesia.

Baca Juga: Pesta Olahraga Di Kawasan Asean Dinamakan 

Organisasi Olahraga Nasional Induk Adalah

Polemik perihal penamaan KONI/KON keluar dikarenakan terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 perihal Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 perihal Penyelenggaraan Keolahragaan yang tidak menyebutkan nama KONI, melainkan KON dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa terhadap 30 Juli, disepakati bahwa nama KONI dipertahankan dan dibentuk KOI yang dapat menjalankan kegunaan sebagai komite olimpiade nasional (national olympic committee/NOC) Indonesia. Walaupun begitu, polemik tetap keluar khususnya dari kalangan Pemerintah dan DPR yang mengganggap tetap ada hal-hal yang bertentangan dengan UU dan PP tersebut, khususnya perihal penamaan dan keanggotaan KONI.

Sejarah Masa Pendudukan Belanda

Pada tahun 1938 lahirlah Ikatan Sport Indonesia dengan singkatan ISI yang berkedudukan di Jakarta (waktu itu bernama Batavia). Pada saat itu ISI adalah salah satu badan olahraga yang berupa nasional dan berupa federasi. Maksud dan tujuan didirikan organisasi ini adalah untuk membimbing, mengumpulkan dan mengkoordinir seluruh organisasi cabang olahraga yang sudah berdiri terhadap saat itu pada lain PSSI (berdiri terhadap tahun 1930 di Yogyakarta), Persatuan Lawn Tenis Indonesia atau PELTI (berdiri terhadap tahun 1935 di Semarang) dan Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia atau sekarang lebih dikenal dengan nama Perbasi (berdiri terhadap tahun 1940 di Jakarta).

Pada saat itu ISI sebagai koordinator cabang-cabang olahraga juga pernah mengadakan Pekan Olahraga Indonesia terhadap tahun 1938 yang dikenal dengan nama ISI – Sportweek atau Pekan Olahraga ISI.

Masa Pendudukan Jepang

Dengan masuknya Jepang ke Indonesia terhadap bulan Maret 1942, ISI mengalami kesusahan dan rintangan dalam menjalankan fungsinya supaya tidak bisa beraktivitas sebagaimana semestinya. Pada zaman pendudukan Jepang, gerakan keolahragaan di Indonesia ditangani oleh suatu badan yang bernama GELORA (Gerakan Latihan Olahraga). Tidak banyak peristiwa olahraga mutlak yang tercatat terhadap zaman pendudukan Jepang selama tahun 1942-1945, dikarenakan peperangan tetap terjadi dan kedudukan Tentara Jepang di Asia juga jadi terdesak.

Masa Kemerdekaan

organisasi olahraga nasional induk adalah

Dengan runtuhnya kekuasaan Jepang terhadap bulan Agustus 1945, maka diadakanlah kongres olahraga yang pertama terhadap masa kemerdekaan di bulan Januari 1946 yang bertempat di Habiprojo, Solo. Berhubung dengan keadaan darurat terhadap masa itu, kongres ini hanya bisa dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga dari pulau Jawa.

Kongres selanjutnya kelanjutannya sukses membentuk suatu badan olahraga yang bernama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) dengan susunan pengurus sebagai berikut:

  • Ketua Umum: Mr. Widodo Sastrodiningrat
  • Wakil Ketua Umum: Dr. Marto Husodo dan Soemali Prawirosoedirdjo
  • Sekretaris I: Sutardi Hardjolukito
  • Sekretaris II: Sumono
  • Bendahara I: Siswosoedarmo
  • Bendahara II: Maladi
  • Anggota: Ny. Dr. E. Rusli Joemarsono
  • Ketua Bagian Sepak Bola: Maladi
  • Ketua Bagian Basket Ball: Tony Wen
  • Ketua Bagian Atletik: Soemali Prawirosoedirdjo
  • Ketua Bagian Bola Keranjang: Mr. Roesli
  • Ketua Bagian Panahan: S.P. Paku Alam
  • Ketua Bagian Tennis: P. Sorjo Hamidjojo
  • Ketua Bagian Bulutangkis: Sudjirin Tritjondrokoesoemo
  • Ketua Bagian Pencak Silat: Mr. Wongsonegoro
  • Ketua Bagian Gerak Jalan: Djuwadi
  • Ketua Bagian Renang: Soejadi
  • Ketua Bagian Anggar/Menembak: Tjokroatmodjo
  • Ketua Bagian Hockey: G.P.H. Bintoro
  • Ketua Bagian Publikasi: Moh. Soepardi

Pada mulanya dalam kongres ini diajukan dua nama yang dapat diberikan kepada Badan Olahraga yang dapat dibentuk yaitu ISI atau GELORA. Kedua nama selanjutnya kelanjutannya tidak terpilih dan sebagai kesimpulan rapat kongres selanjutnya diresmikanlah berdirinya organisasi PORI dengan pernyataan pemerintah RI sebagai salah satu badan resmi Persatuan Olahraga yang mengurus seluruh kegiatan olahraga di Indonesia yang menukar kegunaan ISI.

Sesuai dengan fungsinya, PORI juga bertindak sebagai koordinator seluruh cabang olahraga di Indonesia dan khusus mengurus kegiatan-kegiatan olahraga dalam negeri. Dalam jalinan tugas keluar mengenai seperti Olimpiade dengan Internasional Olympic Committee (IOC), Presiden Republik Indonesia sudah melantik Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan berkedudukan di Yogyakarta.

Garis Waktu

  • 1946 Top organisasi olahraga membentuk Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) di Solo dengan Ketua Widodo Sosrodiningrat.
  • 1947 Organisasi olahraga membentuk Komite Olympiade Republik Indonesia (KORI) dengan Ketua Sri Sultan Hamengkubuwono IX. KORI beralih menjadi Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
  • 1951 PORI melebur ke dalam KOI.
  • 1952 KOI diterima menjadi bagian Komite Olimpiade Internasional (IOC) terhadap tanggal 11 Maret.
  • 1959 Pemerintah membentuk Dewan Asian Games Indonesia (DAGI) untuk menyiapkan penyelenggaraan Asian Games IV 1962, KOI sebagai badan pembantu DAGI dalam jalinan internasional.
  • 1961 Pemerintah membentuk Komite Gerakan Olahraga (KOGOR) untuk menyiapkan pembentukan tim nasional Indonesia, top organisasi olahraga sebagai pelaksana tekhnis cabang olahraga yang bersangkutan.
  • 1962 Pemerintah membentu Departemen Olahraga (Depora) dengan menteri Maladi.
  • 1964 Pemerintah membentuk Dewan Olahraga Republik Indonesia (DORI), seluruh organisasi KOGOR, KOI, top organisasi olahraga dilebur ke dalam DORI.
  • 1965 Sekretariat Bersama Top-top Organisasi Cabang Olahraga dibentuk terhadap tanggal 25 Desember, mengusulkan mengganti DORI menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang independen dan bebas dari efek politik.
  • 1966 Presiden Soekarno menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 143 A dan 156 A Tahun 1966 perihal pembentukan KONI sebagai tukar DORI, tapi tidak bisa bermanfaat dikarenakan tidak didukung oleh induk organisasi olahraga perihal keadaan politik saat itu. Presiden Soeharto membubarkan Depora dan membentuk Direktorat Jendral Olahraga dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Induk organisasi olahraga membentuk KONI terhadap 31 Desember dengan Ketua Umum Sri Sultan Hamengkubuwono IX. KOI diketuai oleh Sri Paku Alam VIII.
  • 1967 Presiden Soeharto mengukuhkan KONI dengan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1967.

Sri Paku Alam VIII mengundurkan diri sebagai Ketua KOI. Jabatan Ketua KOI lantas dirangkap oleh Ketua Umum KONI Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI M.F. Siregar dan Sekretaris KOI Soeworo.

Soeworo meninggal, jabatan Sekretaris KOI dirangkap oleh Sekjen KONI M.F. Siregar. Sejak itu dalam AD/ART KONI yang disepakati dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas), KONI ibarat sekeping mata uang dua segi yang ke dalam menjalankan tugasnya sebagai KONI dan ke luar berstatus sebagai KOI. IOC lantas mengakui KONI sebagai NOC Indonesia.

  • 2005 Pemerintah dan DPR menerbitkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan memecah KONI menjadi KON dan KOI.
  • 2007 Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 16, 17, dan 18 Tahun 2007 sebagai aturan pelaksanaan UU No. 3 Tahun 2005.

KONI menyelenggarakan Musornas Luar Biasa (Musornaslub) terhadap 30 Juli yang membentuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan menyerahkan kegunaan sebagai NOC Indonesia dari KONI kepada KOI kembali. Nama KONI selamanya dipertahankan dan tidak diubah menjadi KON.

Ketua Umum

Masa Jabatan Ketua Umum KONI adalah 4 tahun dan bisa dipilih satu kali saja.

Berikut adalah daftar Ketua Umum KONI:

  1. Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1967-1986)
  2. Surono Reksodimedjo (1986-1994)
  3. Wismoyo Arismunandar (1995-2003)
  4. Agum Gumelar (2003-2007)
  5. Rita Subowo (2007-2011)
  6. Tono Suratman (2011-2019)
  7. Marciano Norman (2019-Petahana)

Anggota

  • Komite Olahraga Provinsi/KONI Daerah
  • Induk Organisasi Cabang Olahraga
  • Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI)
  • Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI)
  • Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi)
  • Persatuan Senam Indonesia (Persani)
  • Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
  • Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI)
  • Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti)
  • Persatuan Squash Indonesia (PSI)
  • Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI)
  • Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi)
  • Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI)
  • Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
  • Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi)
  • Persatuan Cricket Indonesia (PCI)
  • Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI)
  • Indonesia Woodball Association (IWbA)
  • Persatuan Rugby Union Indonesia
  • Federasi Hockey Indonesia (FHI)
  • Asosiasi Floorball Indonesia (AFI)
  • Persatuan Panahan Indonesia (Perpani)
  • Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin)
  • Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina)
  • Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia (PGSI)
  • Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI)
  • Taekwondo Indonesia (TI)
  • Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI)
  • Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
  • Wushu Indonesia (WI)
  • Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat)
  • Indonesia Beladiri Amatir Mixed Martial Arts (IBA MMA)
  • Muaythai Indonesia (MI)
  • Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi)
  • Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI)
  • Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI)
  • Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI)
  • Ikatan Motor Indonesia (IMI)
  • Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi)
  • Equestrian Federation of Indonesia (EFI)
  • Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI)
  • Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI)
  • Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI)
  • Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi)
  • Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI)
  • Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA)
  • Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI)
  • Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI)
  • Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI)
  • Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI)
  • Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI)
  • Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI)
  • Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi)
  • Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
  • Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI)
  • Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI)
  • Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi)
  • Persatuan Boling Indonesia (PBI)
  • Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI)
  • Persatuan Golf Indonesia (PGI)
  • Persatuan Gateball Seluruh Indonesia
  • Federasi Aero Sport Indonesia (FASI)
  • Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI)
  • Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI)
  • Modern Pentathlon Indonesia (MPI)
  • Federasi Ice Skating Indonesia (FISI)
  • Induk organisasi olahraga fungsional
  • Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi)
  • Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi)
  • Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi)
  • Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC)
  • Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bapor Korpri)
  • Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI)
  • Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI)

Nah, itulah informasi tentang organisasi olahraga nasional. Jadi organisasi olahraga nasional induk adalah adalah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) yang menjadi induk dari semua organisasi olahraga di Indonesia. Sebelum adanya KONI, organisasi olahraga nasional induk adalah PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) Semoga informasi tadi bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

About Neizam Taufiq

Menulis atau memberi informasi adalah salah satu hal yang bisa membuat seseorang dikenal oleh orang lain. Tulisakan apa yang ingin dituliskan dan lakukan apa yang ingin di lakukan.

View all posts by Neizam Taufiq →