Likuiditas Adalah

likuiditas adalah

Likuiditas  Adalah istilah yang kerap dipakai untuk mempresentasikan kondisi keuangan sebuah perusahaan.

Jikalau Anda kerap membaca artikel mengenai industri keuangan, atau kondisi perekonomian secara umum, pasti Anda familiar dengan istilah seperti ‘likuiditas seret’, ‘kebanjiran likuiditas’, dan istilah sejenis lain.

SO, apa itu likuiditas?

likuiditas adalah

Dilansir dari Investopedia, likuiditas merupakan kemudahan atau kelonggaran sebuah aset atau sekuritas bisa dikonversi atau ditukar menjadi uang tunai. Selain itu, likuiditas juga berkaitan mengenai akibat waktu konversi menjadi nilai tunai tersebut kepada poin pasar sebuah aset.

Bisa dikatakan, aset yang paling likuid sebetulnya merupakan uang tunai itu sendiri. Sehingga bisa dibilang, likuiditas menggambarkan sejauh mana suatu aset bisa dengan pesat dibeli atau dijual di pasar pada harga yang mencerminkan poin intrinsiknya.

Uang tunai secara universal dianggap sebagai aset yang paling likuid karena bisa dengan pesat dan gampang diubah menjadi aset lain. Di sisi lain, aset yang berwujud, seperti halnya real estate atau perumahan, produk seni, dan barang koleksi, semuanya relatif tidak likuid.

Contoh Likuiditas Adalah Sebagai Berikut

likuiditas adalah

misalnya, A menginginkan kulkas seharga Rp 2 juta, uang tunai merupakan ragam aset yang paling gampang dipakai untuk membeli kulkas itu.

Sementara, jikalau ia mempunyai buku dengan nilai uang setara dengan Rp 2 juta, ia tidak bisa langsung saja membawa koleksi buku buku tersebut ke warung elektronik.

Sebagai gantinya, ia mesti memasarkan terlebih dulu buku koleksi yang dimilikinya untuk menerima uang tunai dan membeli kulkas baru. Jikalau ia bisa memasarkan dalam waktu yang begitu cepat, ia merupakan orang yang beruntung.

Namun, bisa saja ia memerlukan waktu lebih lama dan mesti memasang diskon supaya bukunya laku. Oleh sebab itu, buku koleksi merupakan aset tidak likuid.

Lalu, mengapa likuiditas menjadi penting bagi perusahaan?

Apabila sebuah perusahaan tidak likuid, ia menjadi kesusahan untuk memasarkan atau mengubah aset yang mereka miliki menjadi uang tunai. Sementara, perusahaan memiliki keharusan untuk membayar karyawan, melaksanakan produksi, dan membayar utang.

Perusahaan yang tidak likuid bisa berisiko mengalami kebangkrutan. Sekiranya perusahaan mempunyai aset likuid, maka perusahaan dapat menutupi kewajiban rentang pendek mereka seperti hutang ataupun penggajian.

Sehingga, perusahaan tidak harus berhadapan dengan kondisi krisis likuiditas yang berisiko pada gulung tikar atau bangkrut.

Baca juga pengertian OBLIGASI beserta jenis jenisnya di sini !