Kandang Betlehem

Posted on

Imigrasi dan kehidupan di pinggiran selalu menjadi isu hangat dalam masyarakat kita. Kehidupan para imigran dan warga pinggiran ada yang sangat sulit, minim fasilitas, masalah sosial, ekonomi dan pendidikan. Namun, kita jarang menilik dari sudut pandang yang berbeda. Seperti yang dikatakan oleh Paus, bahwa dalam kehidupan mereka bisa jadi terdapat kesamaan dengan kisah Maria dan Yusuf yang mencari tempat berlindung untuk melahirkan Yesus.

Kandang di Bethlehem

Kandang di Bethlehem

Kisah kelahiran Yesus dalam kandang di Bethlehem merupakan acuan para imigran dan warga pinggiran. Di mana dalam kesulitan mereka mencari tempat berlindung, Maria dan Yusuf menemukan warga kindness dan tempat mereka melahirkan Yesus sebagai anak yang luar biasa.

Menilik kembali kisah Maria dan Yusuf, pada saat itu mereka adalah orang asing di Bethlehem. Mereka berkelana jauh dari kampung halaman mereka hanya untuk melaporkan diri sebagai penduduk kota dimana Yusuf sebagai keturunan Daud. Dalam kisah ini, kita harus sadar bahwa posisi Maria dan Yusuf seakan tidak berbeda dengan para imigran dan warga pinggiran.

Kita sering kali melihat para imigran dan warga pinggiran sebagai masalah sosial yang harus segera dikoreksi atau diperbaiki. Tetapi, jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda maka kita akan melihat kesamaan antara kehidupan mereka dan kehidupan di masa lalu. Kehadiran Yusuf dan Maria dan kelahiran Yesus di kandang Bethlehem mengajarkan kita tentang arti penting saling membantu dan saling mengasihi.

Hambatan Sulit dari Para Imigran

Para Imigran Sulit Menghadapi Rintangan di Perbatasan AS

Kehidupan para imigran selalu diwarnai dengan konflik politik dan rintangan ekonomi yang sulit. Terutama di Amerika Serikat, para imigran dipersulit dengan kondisi yang luar biasa sulit di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Para imigran seringkali menumpang di sebuah bangunan kosong yang kondisinya sangat tidak memadai. Mereka tidak memiliki tempat tidur, tidak memiliki akses ke air bersih, dan mereka harus tidur berdesakan dalam kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Bahkan di situasi yang sulit itu, mereka harus berjuang melawan kondisi iklim yang tidak bersahabat dan menjauhkan diri dari orang-orang jahat yang siap menyerang mereka.

Baca juga  Kandang Merpati Kolong

Namun, para imigran dan warga pinggiran sebenarnya terlihat lebih kuat daripada yang kita kira. Kita bisa belajar dari kisah Maria dan Yusuf, betapa mereka berjuang untuk bertahan di tengah kesulitan. Kita sering lupa bahwa para imigran dan warga pinggiran juga memiliki hak yang sama dengan kita. Kita harus menghargai keberanian dan keuletan mereka yang telah berhasil bertahan hidup di tengah tantangan ekonomi dan lingkungan yang sulit.

Demokrasi dari Keadaan yang Malapetaka

George Floyd Protes Menuntut Keadilan

Saat ini, Amerika Serikat sedang dalam keadaan yang tidak stabil. Perseteruan politik, pandemi Covid-19, dan rasis adalah masalah yang harus dihadapi. Terutama pada kejadian kematian George Floyd yang terjadi di Minneapolis, Minnesota pada 25 Mei 2020, yang memicu demonstrasi besar-besaran di seluruh AS. Demonstrasi tersebut diorganisir oleh para aktivis dan kelompok masyarakat berkulit hitam dan juga berbagai kelompok sukarelawan yang berkumpul untuk memberi dukungan dan mengusung kebijakan keadilan yang lebih adil untuk semua.

Protes besar-besaran tersebut memberikan contoh betapa demokrasi bisa tumbuh dan berkembang melalui keadaan yang buruk dan menghancurkan. Demonstrasi mendorong pergantian polisi dan para penegak undang-undang. Dengan terus melihat dan memberikan dukungan, kita bisa melihat dan merasakan perubahan yang signifikan dan membantu membawa keadilan ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Kitaharus menumbuhkan sikap yang positif dan proaktif, karena hanya dengan mundur kita tidak akan pernah berhasil.

Harapan Bersama

Warga Tokyo Bersiap untuk Menghadapi Masalah Virus Corona

Lihatlah kehidupan kita saat ini, pandemi virus corona dan sebagainya telah membuat kita sadar akan pentingnya kehidupan bersama dalam sebuah komunitas. Kita belajar bersama apa yang dibutuhkan dan berbagi kesulitan. Yah, mereka yang selama ini dianggap outsider, selalu jadi masalah, sebenarnya merupakan kekuatan baru dalam hidup kita. Kita harus segera menghapus stigmatisme, dan menjadi satu dan sama dalam membantu satu sama lain. Kita harus belajar dari pengalaman dan kisah, seperti kisah Maria dan Yusuf yang berhasil melahirkan Yesus dalam suasana sakramen di kandang Bethlehem.

Baca juga  Sketsa Kandang Kambing

Dalam hidup kita, terkadang kita harus merasakan rintangan yang sulit, berkumpul dengan orang-orang baru dan beradaptasi dengan lingkungan yang asing. Namun seperti kisah yang dijalin Maria dan Yusuf, kita tidaklah sendirian. Saat kita saling membantu dan saling mengasihi, kita dapat melampaui setiap hambatan dan mencapai kebahagiaan yang hakiki. Jadi, jangan pernah meremehkan kekuatan dan kemampuan yang kita miliki sebagai manusia. Kita bisa jadi sebagai cahaya dan harapan bagi kehidupan orang lain yang saat ini masih terpuruk dan susah.

Simak tulisan lainnya tentang Kandang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *