Budidaya Cabai Merah

Posted on

Menanam cabe keriting sebenarnya tidak sulit, meski masih terbilang kurang diminati masyarakat Indonesia. Namun, ternyata cabe keriting ini memiliki sejumlah kelebihan yang bisa Anda dapatkan jika berani mencobanya.

Berikut adalah beberapa kelebihan cabe keriting yang perlu Anda ketahui:

Cabe Keriting

Pertama-tama, cabe keriting memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, seperti vitamin A, C, dan beta-karoten. Selain itu, cabe keriting juga rendah lemak dan bikin perut kenyang lebih lama. Jadi, sangat cocok untuk Anda yang sedang diet atau ingin menjaga kesehatan tubuh.

Selain itu, cabe keriting juga dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis, termasuk Indonesia. Tidak hanya itu, cabe keriting juga tahan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan kesulitan dalam perawatannya.

Tanah Terbaik

Sebelum Mulai Membudidayakan, Berikut Tips Memilih Tanah Terbaik Untuk Tanaman Cabe Keriting:

1. Pilih tanah yang gembur, serta kelembapannya cukup baik. Pastikan tanah tersebut tidak mengandung kadar garam yang tinggi, karena hal ini dapat merusak tumbuhnya cabe keriting.

2. Pastikan tanah yang digunakan memiliki pH antara 5,5 hingga 7,5, karena cabe keriting tumbuh dengan baik pada pH tersebut.

3. Aplikasikan pupuk kandang atau kotoran ternak sebulan sebelum memulai menanam cabe keriting, karena ini akan membantu tanaman cabe keriting tumbuh dengan subur.

Benih Cabe Keriting

Caranya Menanam Cabe Keriting:

1. Siapkan benih cabe keriting dan garam batu. Kemudian, campurkan benih cabe dengan garam batu dan rendamlah selama 12 jam.

Baca juga  Ciri Ciri Kentang Akar Batang Daun

2. Siapkan polibag ukuran 25 cm x 40 cm dan isi dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang atau kotoran ternak. Lalu, bentuk polibag menjadi segitiga dan lubangi bagian bawah polibag agar air dapat keluar.

3. Letakkan benih cabe keriting yang telah direndam di atas tanah yang sudah dalam polibag, kemudian taburi dengan tipis campuran garam batu dan tanah.

4. Siram air pada benih cabe keriting secara perlahan, kemudian tutup bagian polibag yang sudah berisi benih cabe keriting tersebut dengan plastik agar kelembapannya terjaga.

5. Biarkan benih cabe keriting tersebut selama 7 hingga 14 hari, setelah itu baru benih cabe keriting tersebut siap untuk dipindahkan ke lahan pertanian yang lebih luas.

Menanam dan Merawat Cabe Keriting

Cara Merawat Tanaman Cabe Keriting:

1. Jangan lupa menyiram tanaman cabe keriting setiap hari, tergantung pada kondisi cuaca dan suhu di sekitar tanaman tersebut.

2. Setiap 2 minggu sekali, berilah tanaman cabe keriting dengan pupuk organik untuk menambah nutrisinya.

3. Tumbuhkan cabe keriting dengan jarak sekitar 40 cm satu sama lain, agar tanaman tidak saling bersaing dan bisa tumbuh dengan subur.

Tips Mencegah Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe Keriting:

1. Siram tanaman cabe keriting dengan air yang cukup banyak, terutama pada pagi hari, karena jam-jam ini lebih sejuk dan basah. Hal ini dapat mencegah tanaman cabe keriting dari serangan hama dan penyakit.

2. Bersihkanlah daun-daun pada tanaman cabe keriting secara rutin, dan pastikan tidak ada daun atau ranting yang layu atau membentuk ulat. Hal ini juga dapat mencegah tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Itulah beberapa cara untuk membudidayakan cabe keriting dengan benar. Semoga tips dan trik di atas bermanfaat bagi Anda yang mencoba menanam cabe keriting. Selamat mencoba dan jangan lupa untuk merawat tanaman cabe keriting dengan baik dan benar.

Baca juga  Olahan Dari Tomat

Temukan artikel lainnya seputar Sayur-sayuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *