Sistem Periodik

sistem periodik

sistem periodik

Sistem periodik – Sistem periodik unsur kimia adalah suatu hal yang tidak asing bagi Sobat yang memilih jurusan IPA/MIA di sekolah. Sistem periodik unsur kimia disebut tabel periodik, dan fungsinya adalah untuk paham nomor atom, konfigurasi elektron, dan sifat setiap unsur.

Baca Juga: Sistem Tata Surya

Sistem Periodik

Sistem periodik unsur kimia adalah susunan unsur-unsur berdasarkan nomor atom dan kemiripan sifat-sifatnya. Sobat harus mengenali, memahami, dan menghafalnya fungsi dari reaksi kimia. Dengan tabel periodik unsur, Sobat bisa paham nomor atom, konfigurasi elektron, dan sifat setiap unsur.

Unsur-unsur di dalam sistem periodik unsur kimia terdiri dari dua kelompok, yakni golongan (lajur vertikal), dan periode (lajur horizontal). Meski rumit, Sobat dapat punya kebiasaan dan mudah dihafal kalau sering berlatih. Berikut adalah hal-hal yang harus diketahui perihal sistem periodik unsur kimia.

Klasifikasi Sistem Periodik Unsur Kimia

sistem periodik

Pada sistem periodik unsur kimia, golongan merupakan kolom vertikal yang terkandung pada tabel periodik kimia. Golongan sangat penting untuk metode pengklasifikasian unsur-unsur. Golongan berisi unsur-unsur yang mempunyai susunan elektron terluar yang sama. Karena mempunyai elektron yang sama, unsur-unsur selanjutnya mempunyai sifat kimia yang sama dan ditulis dengan rangkaian bilangan romawi.

Unsur-unsur pada golongan A merupakan golongan utama, sedang golongan B dinamakan logam transisi. Dua deret dari bagian bawah merupakan logam transisi di dalam yang terdiri atas lanthanide dan aktinida.

  1. Golongan IA (alkali, kalau H), terdiri dari H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr;
  2. Golongan IIA (alkali tanah), terdiri dari Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra;
  3. Golongan VIIA (halogen), terdiri dari F, Cl, Br, I, At;
  4. Golongan VIIIA (gas mulia), terdiri dari He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn;
  5. Golongan IIIA (boron-aluminium), terdiri dari B, Al, Ga, In, Ti;
  6. Golongan IVA (karbon-silikon), terdiri dari C, Si, Ge, Sn, Pb;
  7. Golongan VA (nitrogen-fosforus), terdiri dari N, P, As, Sb, Bi;
  8. Golongan VIA (oksigen-belerang), terdiri dari O, S, Se, Te, Po;
  9. Golongan IB sampai dengan VIIIB disebut golongan transisi.

Sementara itu, periode adalah barisan horizontal yang terkandung pada tabel periodik. Terdapat 7 periode di dalam tabel periodik, di mana masing-masing tabel mewakili tingkat daya atom yang dimiliki. Tidak seluruh periode mempunyai kuantitas unsur yang sama. Di mana kuantitas unsur terkecil terkandung pada periode 1 yang berjumlah 2 unsur. Sedangkan kuantitas unsur tebanyak adalah pada periode 6 yang mempunyai 32 unsur.

  1. Periode ke-1, 2 unsur
  2. Periode ke-2, 8 unsur
  3. Periode ke-3, 8 unsur
  4. Periode ke-4, 18 unsur
  5. Periode ke-5, 18 unsur
  6. Periode ke-6, 32 unsur, 18 unsur layaknya periode ke-4 dan ke-5, 14 unsur deret lantanida
  7. Periode ke-7, merupakan periode unsur yang belum lengkap. Terdapat deret aktinida.

Sifat di dalam Sistem Periodik Unsur Kimia. Berikut ini adalah sifat-sifat yang terkandung di dalam sistem periodik unsur kimia:

Sifat Unsur

sistem periodik

Berdasarkan sifat unsur-unsur, sistem periodik unsur kimia terbagi ke dalam tiga tipe yakni logam, nonlogam, dan metalloid. Logam mempunyai sifat yang cenderung membebaskan elektron dari nonlogam untuk membentuk ion positif. Sedangkan nonlogam cenderung menerima elektron dari logam. Lain halnya dengan unsur metalloid, yang mempunyai ke-2 sifat layaknya logam dan nonlogam.

Jari-Jari Atom

sistem periodik

Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom ke orbital elektron terluar yang stabil dalam suatu atom di dalam suasana setimbang. Jarak selanjutnya bisa diukur dalam satuan pikometer atau angstrom. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung membesar setara dengan pertambahan pada kulit elektron.

Kereaktifan

sistem periodik

Kereaktifan sebuah unsur pada tabel periodik di dalam satu periode dari kiri ke kanan bertambah sampai golongan VIIA.

Energi Ionisasi

Energi ionisasi pertama adalah daya yang diserap untuk membebaskan satu elektron dari sebuah atom. Sedangkan daya ionisasi atom ke-2 adalah daya yang diserap untuk membebaskan elektron ke-2 dari sebuah atom, dan seterusnya.

Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah kuantitas daya yang dilepas dikala sebuah elektron ditambahkan ke dalam kolom atom netral untuk membentuk ion negatif. Sifat nonlogam mempunyai nilai lebih tinggi pada afinitas elektron daripada sifat logam. Dan afinitas elektron secara umum konsisten meningkat sepanjang periode.

Keelektronegatifan

 

Keelektronegatifan merupakan kapabilitas atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap ataupun menarik ulang elektron dari atom lainnya.

Nah, itulah sedikit informasi tentang sistem periodik yang semoga membantu anda yang sedang mencari informasi tentang sistem periodik. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

About Neizam Taufiq

Menulis atau memberi informasi adalah salah satu hal yang bisa membuat seseorang dikenal oleh orang lain. Tulisakan apa yang ingin dituliskan dan lakukan apa yang ingin di lakukan.

View all posts by Neizam Taufiq →