Sistem Pemungutan Pajak

sistem pemungutan pajak

sistem pemungutan pajak

Sistem pemungutan pajak – Sebagai salah satu sumber dana signifikan terhadap bermacam pembangunan dan perekonomian Indonesia, pajak ternyata memiliki beberapa cara pemungutan yang biasa dikenal juga sebagai sistem pemungutan pajak.

Baca Juga: Sistem Parlementer

Sistem Pemungutan Pajak

Sistem pemungutan pajak adalah suatu cara yang dipakai untuk mengkalkulasi besarnya pajak yang wajib dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara. Dengan kata lain, proses ini menjadi metode untuk mengelola pinjaman pajak yang berkaitan agar dapat masuk ke kas negara.

Sistem pemungutan pajak sendiri diatur didalam didalam Undang-Undang No.10 th. 1994, dengan pembahasan dan keputusan segala perihal yang mengenai dengan subjek maupun objek pajak.

sistem pemungutan pajak

Dengan inti dari keputusan selanjutnya yaitu proses wajib menerapkan asas domisili dan juga asas sumber sekaligus atau dengan satu waktu. Perpajakan di Indonesia laksanakan pemberlakukan terhadap kedua asas selanjutnya sebagai aset mutlak manfaat tingkatkan devisa negara.

Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia

Setiap negara di dunia miliki proses dan metode yang berbeda, sedangkan Indonesia miliki 3 proses yang berlaku.

Self Assessment System

Self assessment system adalah proses pemungutan yang membebankan penentuan besaran pajak yang wajib dibayar oleh wajib pajak yang berkaitan secara mandiri. Berarti, wajib pajak berperan aktif dalam perhitungan, pembayaran, dan juga pelaporan pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau dengan proses administrasi online formal dari pemerintah.

Contoh proses pemungutan pajak dari self assessment system, yaitu jenis pajak PPN dan juga PPh. Sistem pemungutan yang telah berlaku sejak masa reformasi yaitu 1983 sampai sekarang ini yang berlaku untuk jenis pajak pusat. Sementara itu melalui proses ini, pemerintah berperan sebagai pengawas dari kegiatan perpajakan dari wajib pajak.

sistem pemungutan pajak

Akan tetapi, dengan adanya kemudahan dan keleluasaan bagi para wajib pajak, sebagian konsekuensi dapat terjadi didalam self assessment system. Hal ini sebab segala perhitungan sampai pelaporan dikerjakan oleh wajib pajak, maka wajib pajak pun mengusahakan untuk laksanakan penyetoran sekecil mungkin. Bahkan, ada pula laporan palsu atas kekayaan yang dapat terjadi.

Agar lebih jelas, selanjutnya tanda-tanda self assessment system:

  • Wajib pajak menentukan besaran pajak terutang.
  • Wajib pajak miliki peran aktif untuk selesaikan kewajiban pajak, mulai dari perhitungan, pembayaran, maupun pelaporan.
  • Pemerintah tidak wajib menerbitkan surat ketentuan pajak, kecuali dikala wajib pajak telat melapor, telat membayar utang, maupun terkandung kewajiban pajak yang tidak dibayar oleh wajib pajak.

Official Assessment System

Official assessment system adalah proses pemungutan pajak yang membebankan wewenang didalam penentuan besaran pajak terutang fiskus maupun aparat perpajakan sebagai pemungut pajak.

Dengan proses official assessment, wajib pajak miliki pembawaan pasif dan pajak terutang pun ada dikala fiskus mengeluarkan surat ketentuan pajak. Contoh proses pemungutan pajak yang satu ini yaitu dalam pelunasan Pajak Bumi Bangunan (PBB) maupun style pajak area lainnya.

Hal selanjutnya sebab dikala membayar PBB, KPP menjadi pihak yang menerbitkan surat ketentuan pajak yang berisikan besaran PBB terutang di setiap tahun.

Dengan demikian, wajib pajak tak wajib lagi laksanakan perhitungan pajak terutang. Wajib pajak hanya wajib melunasi PBB dengan kuantitas yang cocok dengan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan oleh KPP area objek pajak terdaftar.

Penerapan proses ini pun ditujukan kepada wajib pajak yang dinilai belum dapat diberi tanggung jawab penuh untuk mengkalkulasi dan menentukan besaran pajak. Sistem pun akan sukses kecuali petugas mencukupi ketentuan standar dan keperluan secara kualitas, kuantitas, dan juga integritas.

Berikut tanda-tanda proses pemungutan pajak official assessment:

  • Petugas pajak yang mengkalkulasi dan memungut besaran pajak terutang.
  • Wajib pajak miliki pembawaan pasif didalam mengkalkulasi besaran pajak.
  • Pajak terutang besarannya cocok surat ketentuan pajak yang dikeluarkan oleh petugas pajak.
  • Pemerintah mempunyai hak penuh didalam penentuan besaran pajak yang wajib dibayarkan.

Withholding System

Withholding system adalah proses pemungutan yang mengimbuhkan otoritas kepada pihak ketiga didalam penentuan besaran pajak terutang wajib pajak. Pihak ketiga yang dimaksud, bukan dari pemerintah maupun wajib pajak yang bersangkutan.

Contoh proses pemungutan pajak dengan proses yang satu ini, yaitu pemotongan penghasilan karyawan oleh bendahara instansi terkait. Dengan begitu, karyawan tak wajib ke KPP untuk laksanakan pembayaran atas potongan pajak tersebut.

Sementara itu, jenis pajak yang pakai proses ini yaitu PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan PPN. Lalu untuk bukti terhadap setiap pelunasan pajak yang dilakukan, kebanyakan berupa bukti potong maupun bukti pungut. Selain bukti potong, dapat juga kenakan Surat Setoran Pajak (SSP) didalam sebagian kasus tertentu.

Nantinya, setiap bukti dan surat selanjutnya dapat disertakan dengan SPT Tahunan PPh/SPT Masa PPN oleh setiap wajib pajak terkait.

Secara garis besar, selanjutnya tanda-tanda withholding system:

  • Wajib pajak dan pemerintah sama-sama tidak berperan aktif didalam mengkalkulasi besaran pajak.
  • Instansi atau perusahaan mengenai sebagai pihak ketiga yang mengkalkulasi besaran pajak.
  • Wajib pajak wajib sertakan bukti potong atau SSP bersamaan dengan SPT Tahunan PPh atau SPT Masa PPN.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu Anda wajib sadar bermacam keputusan perpajakan mulai dari jenis sampai proses pemungutan pajak. Selain untuk menjadi wajib pajak yang baik, taat bayar pajak juga memudahkan pinjaman dana dan memperlihatkan profesionalitas usaha Anda.

Nah, itulah informasi tentang sistem pemungutan pajak yang semoga membabntu anda dan memberi informasi yang dibutuhkan anda. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

About Neizam Taufiq

Menulis atau memberi informasi adalah salah satu hal yang bisa membuat seseorang dikenal oleh orang lain. Tulisakan apa yang ingin dituliskan dan lakukan apa yang ingin di lakukan.

View all posts by Neizam Taufiq →