Mengungkap sejarah lawang sewu, tempat paling angker di Asia

sejarah lawang sewu
sejarah lawang sewu
image wikimedia.org

Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan kuno yang berada di kota Semarang. Bangunan ini kini telah menjadi objek wisata yang cukup diminati para pelancong. Lawang Sewu menjadi cukup terkenal lantaran ada berbagai macam kisah yang melatarbelakangi pendiriannya.

Selain itu, beberapa misteri yang terdapat di dalam gedung Lawang Sewu tersebut juga menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Lawang Sewu sebenarnya merupakan sebuah bangunan lama yang telah ada sejak zaman Belanda. Bangunan ini telah menjadi saksi bisu penjajahan yang dilakukan oleh Belanda kepada bangsa Indonesia.

Meskipun wisata Lawang Sewu sangat terkenal akan tetapi hanya sedikit saja orang yang mengetahui mengenai sejarah Lawang Sewu tersebut mulai dari awal berdirinya hingga misteri yang terdapat di dalamnya.

Istilah Lawang Sewu sebenarnya merujuk pada bahasa Jawa yang terdiri dari 2 kata Lawang dan Sewu. Lawang berarti pintu sedangkan Sewu berarti seribu. Jadi istilah Lawang Sewu jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah pintu seribu. 

Istilah Lawang Sewu sebenarnya digunakan untuk merujuk pada jumlah pintu yang sangat banyak di gedung tersebut. Meskipun disebut Lawang Sewu, akan tetapi nyatanya jumlah pintu yang ada di gedung tersebut hanya berjumlah 429. Meskipun demikian, di dalam gedung Lawang Sewu ada banyak jendela yang sekilas terlihat seperti pintu, mungkin ini pula yang membuat jumlah pintu di gedung Lawang Sewu terlihat semakin banyak.

Sekilas mengenai bangunan Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di mana bagian utamanya memiliki 3 lantai yang dilengkapi dengan dua sayap yang melebar ke bagian kanan dan kiri bangunan. Saat memasuki bangunan utama Lawang Sewu, maka kita akan dihadapkan pada sebuah tangga besar yang menuju ke lantai 2. Diantara tangga tersebut juga terdapat sebuah gelas besar yang bergambar dua orang wanita Belanda.

Karena gedung ini dibuat oleh Belanda, maka arsitektur bangunan mulai dari pintu serta jendelanya sangat mirip dengan bangunan Belanda. Salah satu ciri khas dari bangunan Lawang Sewu adalah daun pintu yang sangat besar. Masing-masing pintu memiliki sebuah daun pintu dengan jumlah total yaitu 1.200 buah. 

Beberapa pintu terdiri dari dua daun pintu dan sebagiannya lagi berjumlah 4 daun pintu yang terdiri dari 2 daun pintu geser dan dua daun pintu Ayun.

Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan bangunan kuno yang yang dibuat oleh Belanda pada tahun 1904. Awalnya Lawang Sewu didirikan oleh Belanda untuk sebuah kantor pusat perusahaan kereta api (trem) atau yang dikenal dengan NIS (Nederlands Indische Spoorweg Natschappij). Gedung Lawang Sewu merupakan hasil dari sebuah kreasi seorang arsitek asal Belanda yang bernama Profesor Jacob F Klinkhamer dan Bj. Queendag. 

Menilik sejarah Lawang Sewu tidak terlepas dari NIS itu sendiri yang merupakan awal mula alasan kenapa bangunan ini dibuat. NIS merupakan sebuah kantor pusat kereta api swasta di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Pada waktu itu, NIS membangun sebuah jalur kereta api pertama kali yang menghubungkan antara kota Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta.

Awalnya kantor Lawang Sewu menjadi pusat administrasi NIS. Akan tetapi akhirnya lokasi tersebut dipindah dengan membangun sebuah gedung baru lantaran adanya pertumbuhan jaringan yang semakin banyak. Setelah beberapa pertimbangan akhirnya lokasi telah ditentukan yaitu di dekat Kota Kediaman Residen Hindia Belanda tepatnya di ujung selatan Bondjongweg Semarang. 

Setelah menemui kesepakatan akhirnya direktur NIS menyerahkan perencanaan pembangunan gedung kepada Bj. Queendag dan Profesor Jacob F. Klinkhamer yang merupakan seorang arsitek ternama dari Belanda.

Proses pembangunan gedung baru tersebut memakan waktu 4 tahun yaitu dari tahun 1943 hingga 1907. Sebelum proses pembangunan, dilakukan penggalian terlebih dahulu sedalam 4 meter untuk memperbaiki kondisi jalan serta penambahan lapisan vulkanis. 

Proses pembangunan dimulai dari dibuatnya sebuah bangunan tempat percetakan beserta rumah penjaga, kemudian dilanjutkan dengan membuat bangunan utamanya. Bangunan tersebut sempat digunakan beberapa saat sebelum akhirnya dilakukan perluasan pada tahun 1916-1918. 

Lawang sewu dan perjuangan kemerdekaan

Bangunan Lawang Sewu telah menjadi salah satu peninggalan Belanda yang merupakan Saksi Bisu dari kejamnya penjajahan yang dilakukan Belanda kala itu. Bangunan Lawang Sewu yang dulunya dijadikan sebagai kantor NIS tersebut, seiring berjalannya waktu sempat digunakan sebagai tempat tahanan oleh Belanda dan Jepang saat keduanya menjajah Indonesia.

Bahkan, penjara ini diyakini menjadi tempat penyiksaan rakyat Indonesia oleh tentara Belanda kala itu. Dan menjadi salah satu penjara yang paling mengerikan. Di beberapa sudut gedung Lawang Sewu terdapat beberapa ruangan yang diperuntukkan bagi tahanan, dimana ruang tersebut di sulap menjadi tahanan yang sangat mengerikan.

Tahanan yang tertangkap biasanya dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dan dibiarkan berdesak-desakan sambil berdiri karena sempitnya ruangan yang ada. Bahkan mereka sampai tidak bisa duduk lantaran ruang tersebut memang sudah tidak bisa menampung jumlah tahanan lagi. Jadi bisa anda bayangkan betapa mengerikan penyiksaan Belanda terhadap rakyat Indonesia pada kala itu.

Bahkan ada yang lebih kejam lagi yaitu penjara jongkok di mana para tahanan tidak bisa berdiri lantaran tinggi ruangan memang tidak sampai satu setengah meter. Dipenjara ini banyak tahanan yang meninggal dunia lantaran terlalu capek dan kekurangan oksigen. Mungkin inilah salah satu yang menjadi alasan kenapa gedung Lawang Sewu menjadi tempat yang angker hingga saat ini.

Setelah proses proklamasi kemerdekaan dilakukan gedung Lawang Sewu juga sempat menjadi saksi mata atas peristiwa Pertempuran yang dilakukan antara Angkatan Muda Kereta Api atau AMKA melawan Kompetai dan Kidobutai dari tentara Jepang. 

Karena berbagai macam peristiwa tersebut akhirnya melalui surat keputusan Walikota dengan nomor 650/50/1992, Lawang Sewu dijadikan sebagai satu dari 102 bangunan kuno bersejarah di Kota Semarang. Karena berstatus bangunan sejarah, maka Lawang Sewu wajib dilindungi dan dilestarikan.

Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu sempat kembali ke fungsi awalnya yaitu sebagai kantor kereta api. Akan tetapi kali ini PT Kereta Api Indonesia lah yang menggunakannya sebagai pusat administrasi. Kepengurusan Lawang Sewu sempat diambil alih oleh militer pemerintah Indonesia, akan tetapi saat ini sudah dikembalikan ke PT KAI.

Cerita mistis Lawang Sewu

Membicarakan sejarah Lawang Sewu tentu tidak lengkap tanpa menyinggung soal kemistisan tempat tersebut. Kisah mistis Lawang Sewu tentu tidak terlepas dari sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia saat dijajah oleh Belanda dan Jepang. 

Mengingat Lawang Sewu pernah digunakan sebagai ruang tahanan hingga banyak yang meninggal, pasti akan ada banyak cerita mistis di sana. Selain itu, Lawang Sewu juga pernah dijadikan sebagai tempat pertempuran sehingga pastinya ada banyak korban jiwa di sana. 

Dari kengerian sejarah Lawang Sewu tersebut membuat beberapa warga Semarang sempat menemukan kejadian-kejadian yang berbau mistis. Bahkan kejadian tersebut tak jarang dijumpai pada siang hari. 

Lawang Sewu awalnya memang dibiarkan begitu saja dan tidak terurus sehingga terkesan menjadi bangunan angker. Ini jugalah yang mungkin membuatnya semakin terlihat menakutkan. 

Dan seperti biasa, gedung yang tidak terawat dan tidak berpenghuni biasanya memang menjadi tempat persemayaman bangsa jin. Jadi bukan sesuatu yang mengherankan jika Lawang Sewu menjadi salah satu tempat yang mistis.

Pemugaran Lawang Sewu

Mengingat Lawang Sewu memiliki nilai historis yang tinggi akhirnya PT KAI selaku pemilik bangunan akhirnya mencoba melakukan pemugaran agar gedung yang tadinya kotor dan tidak terurus menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Pemugaran ini bukan hanya untuk melestarikan bangunan Lawang Sewu tetapi juga sebagai tempat wisata yang memiliki nilai sejarah.

Proses pemugaran Lawang Sewu memakan waktu cukup lama dan akhirnya baru bisa selesai pada Juni 2011. Dan di bulan Juli di tahun tersebut Lawang Sewu sudah mulai dibuka untuk umum yang diresmikan oleh Ibu Ani Yudhoyono yang kala itu berstatus sebagai ibu negara. Pada waktu itu juga dipertontonkan beberapa Pameran Nusantara yang memamerkan aneka ragam produk tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.

Kemegahan gedung Lawang Sewu

Setelah berbagai macam Usaha yang dilakukan oleh PT. KAI dalam melestarikan kembali Lawang Sewu akhirnya bangunan ini terlihat makin cantik, seperti awal saat masih digunakan oleh NIS. Tempat itu juga sudah mulai dibersihkan dan lantainya sudah tidak kotor seperti dulu lagi. Yang ada Lawang Sewu saat ini hanyalah bangunan megah dengan arsitektur ciri khas bangunan Belanda yang sangat menawan. 

Misteri yang ada di sana serta cerita masa lalu dari Lawang Sewu telah membuat bangunan ini menjadi salah satu tempat wisata yang paling populer di Kota Semarang. Bagi Anda yang berkunjung ke Semarang tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi Lawang Sewu sebagai salah satu Primadona wisata di sana.

Dinobatkan sebagai tempat paling angker di Asia

Karena cerita-cerita mistis yang beredar di masyarakat seputar Lawang Sewu, membuat nya sempat dinobatkan sebagai salah satu tempat paling angker di Asia. Ini tidak mengherankan mengingat awalnya Lawang Sewu memang merupakan bangunan kuno yang sudah lama tidak terawat. Dilihat sekilas saja bangunan ini tampak seperti rumah hantu. 

Di tahun 2013 lalu Lawang Sewu sempat juga digunakan sebagai salah satu lokasi untuk syuting acara televisi uji nyali. Dan yang mengejutkan, peserta acara tersebut meninggal 3 hari setelahnya. Mungkin ini merupakan kebetulan saja, akan tetapi peristiwa tersebut tentu semakin menjadikan Lawang Sewu dicap sebagai bangunan angker. Bahkan predikat tempat paling angker di Asia pun sempat disandang oleh gedung tua buatan Belanda tersebut. 

Lawang Sewu menjadi tempat wisata paling hits di Semarang

Lawang Sewu adalah salah satu tujuan wisata di Kota Semarang yang cukup terkenal. Gedung bersejarah ini bukan hanya menarik minat wisatawan dari sekitaran kota Semarang saja, akan tetapi banyak juga orang yang dari luar Semarang menuju ke kota tersebut hanya sekedar ingin melihat keunikan serta kemegahan bangunan Lawang Sewu.

Cerita mistis serta sejarah Lawang Sewu yang penuh dengan misteri nampaknya tidak membuat orang takut untuk mengunjungi tempat ini. Justru itu semua menjadi daya tarik tersendiri bagi Lawang Sewu untuk menarik minat para wisatawan.

Wisata Lawang Sewu biasanya dibuka mulai dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 21.00 malam. Untuk tiket masuk nya cukup murah yaitu hanya berkisar Rp10.000 saja untuk orang dewasa dan 5000 untuk anak-anak. Dan jika kamu ingin mengunjungi ruang bawah tanah di bangunan Lawang Sewu ini, kamu bisa mengikuti tour guide dengan membayar tiket sekitar Rp30.000.

About Imam Fahrudin

Penulis adalah seorang ayah satu anak yang menyukai tenis meja dan menulis di blog tentang pengetahuan umum, kesehatan, sejarah, olahraga dan apapun yang dirasa bisa memberikan manfaat.

View all posts by Imam Fahrudin →