Pengertian Operasional Variabel Serta Contohnya

Pengertian variabel
Pengertian variabel
Pengertian variabel

Pengertian Operasional Variabel Serta Contohnya. Variabel menjadi kata yang sering didengar saat belajar matematika. Biasanya mereka yang duduk di bangku sekolah menengah pertama tidak lagi asing dengan variabel. Meski sering didengar, namun pembahasan mengenai variabel di bangku sekolah belum terlalu dalam sehingga tidak cukup kuat diingat dalam benak. Namun mereka yang duduk di bangku kuliah, variabel seringkali menjadi kendala penelitian yang membuat seseorang tidak kunjung selesai penelitian.

 

Pengertian Variabel

Sebelum mengulas lebih banyak tentang pengertian variabel, perlu dipahami bahwa selalu ada dua jenis sudut pandang yang menyertai. Setiap kali pembahasan mengenai definisi atau pengertian, akan selalu muncul definisi konsep dan operasional. Definisi atau pengertian konsep berarti sebuah definisi yang diberikan dan telah menjadi teori. Biasanya definisi konsep ini direkomendasikan oleh seorang ahli semisal profesor hingga dosen yang ahli dibidangnya.

Pengertian variabel menurut definisi konsep berarti berdasarkan pernyataan ahli tertentu. Biasanya untuk definisi konsep ini selalu menyertakan nama dari pihak yang menyarankan atau mencetuskan definisi tersebut. Berbeda dengan definisi atau pengertian operasional yang justru menunjukkan pengertian atau definisi yang sebenarnya. Definisi operasional variabel berarti menunjukkan apa itu variabel dalam arti yang sesungguhnya dalam praktik atau aplikasi sehari-hari.

Variabel sendiri dapat diartikan sebagai tidak tetap. Atau berubah-ubah. Atau bisa juga sebagai sesuatu yang memiliki banyak variasi nilai. Variabel dalam definisi operasional juga dapat berarti sebagai obyek dari sebuah penelitian atau obyek yang diteliti. Dengan kata lain variabel adalah nilai dari sebuah obyek yang bervariasi dan telah ditetapkan seorang peneliti untuk diselidiki dalam penelitian yang dilakukannya.

 

Contoh Variabel

Tidak mudah memahami maksud dari variabel melalui pengertiannya saja. Bahkan meski pengertian operasional yang sifatnya lebih riil dan aplikatif sesuai dengan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu setiap kali menguraikan tentang variabel, menyertakan contoh dari variabel itu sendiri sangat penting dilakukan. Biasanya dengan menyertakan contoh dalam setiap definisinya, akan lebih mudah memahami tentang variabel.

Variabel yang berarti nilai atau atribut dari sebuah obyek. Contohnya kata badan tidaklah dapat digunakan untuk obyek penelitian. Namun saat kata badan diberi atribut atau nilai yang berupa tinggi, menjadi tinggi badan akan menjadi variabel yang dapat diteliti dalam sebuah penelitian. Karena tinggi badan ini memiliki nilai yang bervariasi pada masing-masing orang. Selain itu ada kata kecerdasan yang tidak bisa menjadi variabel, namun saat diberi atribut tingkat kecerdasan akan menjadi variabel yang dapat diselidiki dalam sebuah penelitian.

Variabel dapat juga diambil dari sifat yang dapat dipelajari. Contohnya dapat berupa jenis kelamin. Atau dapat juga sifat yang berupa produktivitas kerja, status sosial hingga pendidikan. Bahkan dapat juga menggunakan sifat seperti apresiasi, penghasilan hingga golongan gaji sebagai obyek penelitian. Karena contoh-contoh sifat tersebut memiliki variasi yang banyak dan berbeda-beda pada masing-masing orang sehingga dapat diteliti.

 

Jenis-jenis Variabel

Berdasarkan fungsi dan juga penerapannya, variabel dibedakan menjadi 4 jenis. Variabel bebas (independen) dalam penelitian seringkali disebut stimulus hingga variabel yang berisiko karena tidak terpengaruh oleh variabel lainnya. Contohnya motivasi belajar yang berpengaruh pada hasil belajar. Motivasi sebagai variabel bebas yang mempengaruhi hasil belajar. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.

Pada penelitian motivasi siswa yang berpangaruh pada hasil belajar. Variabel dependen adalah hasil belajar yang dipengaruhi oleh motivasi siswa. Variabel moderator berpengaruh pada variabel independen dan dependen. Pengaruhnya dapat melemahkan dan sebaliknya menguatkan. Contoh hubungan suami istri yang rekat karena anak dan renggang karena pihak ketiga. Anak sebagai variabel moderator memperkuat dan orang ketiga sebagai variabel memperlemah.

Variabel kontrol atau disebut variabel kendali adalah variabel yang perlu dikendalikan. Entah nilainya tetap atau justru diacak sehingga dampaknya dapat dinetralkan. Contohnya pada evaluasi hasil belajar siswa SD negeri dan swasta. Maka variabel kontrolnya adalah usia, kelas atau materi belajar yang dapat membuat obyek penelitian lebih fokus pada evaluasi hasil belajar siswa. Itu keempat variabel berdasarkan penggolongan fungsi dan penerapannya.

Sementara berdasarkan klasifikasi dari variabelnya terdapat 4 jenis variabel. Pertama adalah variabel nominal. Contohnya adalah jenis kelamin, status pernikahan seperti kawin dan belum kawin, jenis pekerjaan dan lain sebagainya. Variabel kedua adalah variabel ordinal yang ditentukan sesuai jenjang atau urutan. Mirip dengan varibel nominal hanya saja ordinal harus diurutkan sesuai data. Contohnya adalah urutan kota dengan tingkat kepadatan pendudukan tertinggi atau urutan rangking siswa kelas 6 SD dan seterusnya.

Ketiga adalah variabel interval yang disusun dengan jarak atau tingkat yang berinterval. Contoh variabel interval adalah nilai belajar siswa A yang berarti nilai tersebut tidak menunjukkan kemampuannya dalam setiap mata pelajaran. Tidak menjamin bahwa dengan nilai tersebut, siswa tidak mampu mengerjakan matematika sama sekali. Keempat adalah variabel ratio yang mirip dengan interval namun memiliki nilai nol sebagai angka mutlak. Contoh populasi desa Winduri adalah nol yang berarti desa tersebut tidak memiliki penduduk.