Pengertian gunung: Proses Pembentukan dan Jenis-jenisnya

pengertian gunung
pengertian gunung
image from pixabay.com

Pengertian gunung, Proses Pembentukan dan Jenis-jenisnya. Indonesia adalah satu dari sekian negara di dunia yang mempunyai jumlah gunung terbanyak. Bukan hanya itu, Indonesia juga berada dalam Cincin Api (Ring of Fire), yakni sebuah wilayah berbentuk cincin atau lingkaran dengan gunung-gunung berapi paling aktif di dunia. Bahkan banyak pendaki dari luar negeri yang ingin menjajal langsung pengalaman menaklukan puncak-puncak tertinggi di Indonesia.

 

Pengertian gunung menurut sejumlah sumber

Secara umum, gunung merupakan permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi daripada daerah-daerah sekitarnya. Sementara pegunungan mengacu terhadap barisan atau kumpulan gunung. Berdasarkan Encyclopædia Britannica, permukaan bumi yang disebut sebagai gunung harus mempunyai ketinggian sekitar 2.000 kaki atau kurang lebih 610 meter.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gunung memiliki definisi sebagai bukit yang besar dengan tinggi melebihi 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dalam legenda peta, simbol gunung pada umumnya diwakilkan dengan bentuk segitiga berwarna merah (aktif atau berapi) dan hijau (tidak aktif atau mati).

 

Apa saja fungsi gunung di daerah tertentu?

Gunung-gunung yang tersebar di sejumlah daerah menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang bentuknya memanjang-baik ke atas maupun ke bawah-dengan titik-titik pertemuan lempengan. Dengan begitu, gunung dapat memancangkan atau menahan bumi serta mencegahnya terombang-ambing di antara lempengan maupun lapisan magma. Jika diibaratkan, gunung adalah paku yang akan memastikan setiap lempengan tetap menyatu. Tanpa gunung, Bumi akan lebih sering terguncang dan mustahil bagi manusia tinggal dalam situasi berbahaya seperti itu.

 

Bagaimana gunung terbentuk di daratan?

Seperti yang telah disebutkan, gunung pada dasarnya terbentuk berkat pergerakan maupun tumbukan lempengan raksasa yang selanjutnya membentuk bumi. Saat dua lempengan tersebut bertemu, maka lempengan yang lebih kuat akan menyelip ke bawah lempengan lainnya, sedangkan yang berada di atas akan melipat dan menciptakan daratan tinggi yang Anda sebut sebagai gunung. Setelah itu, lapisan bawah pun bakal bergerak di bawah permukaan yang nantinya membentuk perpanjangan ke bawah. Dengan kata lain, gunung memiliki bagian yang menghunjam ke bawah dengan ukuran yang lebih besar.

Seridaknya, ada tiga tingkatan proses dalam pembentukan gunung, antara lain:

Akumulasi sedimen. Dalam hal ini, lapisan-lapisan sedimen serta bebatuan vulkanik akan menumpuk hingga kedalaman beberapa kilometer;

Perubahan bentuk bebatuan dan pengangkatan pada kerak bumi. Pada tahap ini, sedimen yang sudah terbentuk mengalami deformasi akibat kompresi yang dihasilkan tumbukan di antara lempeng-lempeng tektonik;

Pengangkatan kerak bumi akibat pergerakan blok sesar. Selanjutnya, tumbukan yang terjadi di antara lempeng bakal mengangkat sebagian kerak bumi menjadi lipatan yang lebih tinggi dari area di sekitarnya (menjadi gunung). Sementara kalau gaya tegangan atau tarikan antarlempeng terjadi, maka lembah atau graben akan terbentuk.

 

Jenis-jenis gunung api yang ada di Indonesia

Sebagai salah satu jenis gunung yang sering dijumpai di Indonesia, gunung api bak cerobong asap yang mampu menyalurkan batu cair panas atau magma dari lapisan dalam Bumi hingga ke permukaan dengan cara diletuskan. Magma biasanya berasal dari lapisan yang berada 200 kilometer di dalam Bumi yang temperaturnya dapat mencapai 700-1.200oC saat dihamburkan gunung berapi. Dalam hal ini, batu cair panas tersebut dijuluki sebagai lahar.

Berikut ini tiga jenis gunung api di Indonesia:

1. Gunung api strato

Jenis gunung api ini biasanya berbentuk kerucut yang terdiri atas lapisan abu dan lahar. Gunung-gunung api strato dikenal akan reputasi letusannya yang sangat keras. Selain itu, gelembung gasnya terbentuk di magma dengan kadar silika tinggi yang saat meletus menjadi abu vulkanik. Abu ini terdiri atas fragmen tajam berpasir hasil magma beku hingga bebatuan dari sisi ventilasi gunung api. Salah satu gunung api strato yang ada di Indonesia adalah Gunung Agung di Bali.

2. Gunung api perisai

Gunung api perisai yang berbentuk datar dinamai berdasarkan bentuk perisai yang digunakan pasukan Romawi. Jenis gunung api ini tercipta dari aliran lava berulang yang mengalir ke lereng dan mempunyai magma dengan kandungan silika relatif rendah. Magmanya cair dan sangat panas, sehingga tidak akan menciptakan ledakan yang cukup besar. Meski tidak dijumpai di Indonesia, Anda masih bisa melihat jenis gunung api perisai di Hawaii atau Islandia.

3. Gunung api kaldera

Gunung api tipe kaldera pada umumnya mempunyai magma yang lengket dan paling tipis dibandingkan tipe gunung lainnya. Namun, gunung api kaldera saat meletus akan menciptakan ledakan hebat yang desktruktif hingga meruntuhkan puncak dan meninggalkan cekungan besar. Dari keruntuhan tersebut, muncul abu dan material lain yang berbahaya. Salah satu gunung api kaldera di Indonesia yang sempat mencatat letusan paling dahsyat dalam sejarah adalah Gunung Toba atau Danau Toba.

Demikian tadi ulasan mengenai pengertian gunung, Proses Pembentukan dan Jenis-jenisnya.