Pengertian gunung berapi dan tidak berapi beserta ciri-cirinya

pengertian gunung berapi
pengertian gunung berapi
image from pixabay.com

Pengertian gunung berapi dan tidak berapi. Banyak orang yang bertanya apa sih perbedaan antara gunung berapi dengan gunung yang tidak berapi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simaklah penjelasannya di bagian bawah ini :

 

Pengertian gunung berapi

Gunung berapi dikenal sebagai gunung yang terbentuk dari hasil erupsi dan kemudian menumpuk di sekitar wilayah erupsi sehjingga menghasilkan erupsi magma. Ada banyak gunung di Indonesia, dan tidak semua gunung termasuk dalam jenis gunung berapi, hal ini terjadi karena gunung berapi umumnya muncul di kawasan tertentu saja, seperti halnya di jalur punggungan bagian tengah samudera, kemudian jalur pertemuan dari dua buah lempeng kerak bumi, serta beberapa titik-titik panas yang di muka bumi yang menjadi tempat keluarnya magma. Sementara itu, sebagian besar dari gunung berapi yang masih aktif juga berada pada bagian pertemuan lempeng tektonik yang muncul di dalam lautan Pasifik atau serig pula disebut dengan ring of fire (cincing gunung api).

Untuk gunung berapi yang berada di dalam laut atau punggungan tengah samudera, umumnya membuat lapisan dari kerak bumi berubah menjadi tipis serta lemah. Karena itulah magma yang muncul pun menjadikan barisan gunung berapi lainnya. namun tentu saja tidak semua gunung api terbentuk dari pertemuan lempeng.

Gunung berapi dapat dibedakan menjadi beberapa bagian berdasarkan kategori tertentu, ingin tau apa saja? berikut penjelasannya :

 

Jenis gunung berapi berdasarkan aktivitasnya 

  • Gunung api aktif : adalah jenis gunung api yang masih berfungsi seperti halnya mengeluarkan asap, kemudian menyebabkan gempa serta munculnya letusan
  • Gunung api mati : adalah bentuk gunung api yang sudah tidak menghasilkan kegiatan erupsi dari tahun 1600.
  • Gunung api istirahat : adalah gunung api yang dapat saja meletus sewaktu-waktu, dan kemudian beristirahat kembali, seperti halnya Gunung Ceremai juga Gunung Kelud.

 

Jenis gunung berapi berdasarkan bentuk serta proses terjadinya 

  • Gunung api maar, memiliki bentuk seperti danau atau kawah dan diakibatkan oleh letusan besar yang kemudian membentuk bagian lubang besar di puncaknya
  • Gunung api kerucut, termasuk dalam jenis gunung yang banyak ditemukan, dengan bentuknya yang kerucut dan dilapisi lava serta abu, gunung ini terjadi akibat letusan serta lelehan bebatuan yang panas dan mencair.
  • Gunung api perisai, sesuai dengan namanya gunung ini berbentuk perisai, dan terbentuk akibat lelehan dengan tekanan yang rendah, karena itulah gunung ini nyaris tidak mengeluarkan letusan namun justru membentuk lereng yang landai dengan kemiringan hanya berkisar 1 hingga 10 derajat saja.

 

Jenis gunung berapi berdasarkan tipe letusan 

  • Hawaian, memiliki letusan lava hingga 200 meter yang juga mudah untuk bergerak serta mengalir dengan bebas
  • Merapi memiliki letusan yang sama dengan ciri guguran dari lava pijar ketika lava yang dimilikinya runtuh
  • Pelean, memiliki tipe letusan yang sangat merusak karena jenis magma yang meletus itu berasal dari bagian lereng gunung yang lemah
  • Plinian, memiliki letusan eksplosif dengan kekuatan besar serta ketinggian letusan yang mencapai angka lebih dari 500 km.
  • St. Vincent, yaitu gunung dengan tipe letusan awan panas yang juga disertai dengan munculnya longsoran besar
  • Strombolian, dikenal dengan letusan yang mencapai 500 meter serta memiliki pijaran seperti halnya kembang api
  • Sursteyan, gunung ini dikenal dengan tipe letusan vulkanian namun kekuatan letusannya itu sendiri jauh lebih besar.
  • Volcanian, sesuai dengan namanya gunung ini memiliki letusan seperti volcano yang juga disertai dengan awan panas dan padat

 

Ciri-ciri gunung berapi dan tidak berapi

Dari penjelasan di bagian atas tadi, dapat dilihat bahwa yang disebut dengan gunung berapi adalah jenis gunung yang masih aktif, sedangkan gunung yang tidak berapi adalah gunung tidak aktif. Gunung yang masih aktif, dikenal dengan aktivitas seperti halnya meletus serta mengeluarkan lahar, magma, juga bebatuan dan abu. Sedangkan jenis gunung yang tidak berapi atau gunung tidak aktif adalah jenis gunung yang tidak melakukan aktivitas fisik atau dikenal sebagai gunung mati.

 

Ciri-ciri gunung berapi:

  • Memiliki aktivitas vulkanis
  • Umumnya berbentuk kerucut
  • Dapat mengeluarkan lava, asap dan juga debu
  • Memiliki catatan dari letusan gunung api
  • Memiliki juru kunci
  • Dikenal dengan sumber air panas atau bahkan panas bumi di sekitar kawasan tersebut

Ciri-ciri gunung yang tidak berapi atau gunung tidak aktif:

  • Tidak memiliki catatan letusan
  • Tidak berbentuk kerucut
  • Tidak dapat mengeluarkan lava, asap, debu atau bahkan bau belerang yang menyengat
  • Tidak memiliki aktivitas vulkanis,
  • Ada penghuni yang tinggal di kawasan sekitarnya
  • Tidak memiliki juru kunci
  • Dikenal sebagai tempat wisata

Dari penjelasan di bagian atas tadi tentunya dapat anda simpulkan secara sederhana, bahwa gunung berapi adalah jenis gunung yang masih aktif melakukan aktivitasnya termasuk dapat meletus dan mengeluarkan isi yang terdapat di dalamnya, sedangkan gunung tidak berapi adalah gunung yang sudah tidak aktif atau disebut juga gunung mati.

Demikian informasi terkait Pengertian gunung berapi dan tidak berapi. Semoga dapat menambah wawasan anda.