Landasan teori dan pengertian efektivitas menurut para ahli

Pengertian
pengertian evektifitas
image from portalpravaler.com.br

Landasan teori dan pengertian efektivitas yang perlu anda ketahui. Penggunaan kata efektivitas pasti pernah Anda dengar atau lihat. Baik dalam perbincangan dengan rekan kerja ataupun saat membaca berita di majalah ataupun koran.

 

Pengertian Efektivitas

Arti kata efektivitas yang tertera dalam kamus memiliki makna sebagai derajat ukur tingkat keberhasilan dalam mencapai sesuatu tujuan. Dalam bahasa Indonesia makna penggunaan kata ini adalah benar. Secara general seberapa efektif usaha seseorang bisa diganti dengan kata efektivitas.

Pengertian kata efektivitas mulai bergeser saat konteksnya digeser ke bidang ekonomi, bisnis dan usaha. Efektivitas dalam dunia ekonomi dan bisnis dapat diartikan melakukan sesuatu yang benar sesuai dengan langkah – langkah yang ditentukan untuk mencapai tujuan.

Kebanyakan kata efektivitas akan muncul saat mendiskusikan proses produksi. Produksi dalam dunia ekonomi selalu berhubungan dengan input (bahan, resource dan modal) yang akan dijadikan output (bentuk akhir) melalui sebuah proses tertentu.

Beberapa tokoh bisnis di Indonesia sendiri telah membuat definisi tersendiri untuk hal ini. Diataranya adalah Hidayat (1986) yang mengartikan bahwa:

“Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan sejauh mana target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, maka makin tinggi pula efektivitasnya.”

Pengertian efektivitas menurut Prasetyo Budi Saksono (1984) adalah sebagai berikut:

“Efektivitas merupakan seberapa besar tingkat kelekatan hasil yang dicapai dengan output yang diharapkan dari sejumlah input.”

Dari definisi yang disebutkan para ahli bisnis dapat digambarkan apa itu efektivitas itu selalu berbicara tentang target yang lebih tinggi. Efektivitas dalam hal bisa disama artikan dengan pencapaian lebih dengan kemampuan terbatas. Efektivitas dalam hal ini menekankan memaksimalkan jumlah output dengan input yang tersedia.

Misal pada kebanyakan pabrik mebel memiliki input berupa pekerja sebanyak 3 orang. Pabrik mebel lain umumnya menghasilkan 20 kursi dalam waktu 1 bulan dengan input pekerja 3 orang, namun ternyata pabrik mebel yang satu ini (sebut saja pabrik A) dapat mencapai target tersebut hanya dalam waktu 3 minggu. 20 kursi dalam 3 minggu tentu lebih baik daripada 20 kursi dalam 1 bulan, ini berarti pabrik A ini memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan pabrik mebel lain.

Di atas adalah contoh yang efektif secara waktu produksi. Efektivitas juga dapat mempengaruhi hal seperti kualitas dan jumlah barang yang dihasilkan. Misal dalam jangka waktu 2 bulan pabrik mebel umum pada contoh di atas hanya dapat memenuhi 40 kursi pesanan sedangkan pabrik mebel A, sebagai pabrik yang memiliki efektivitas lebih tinggi, dapat memenuhi pesanan 53 kursi jadi.

Dari gambaran contoh sebelumnya di atas, deskripsi kata yang paling tepat untuk kata efektivitas di dunia ekonomi datang dari Schemerhon John R. Jr. (1986:35) yang mengartikan bahwa:

“Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (OA) dengan output realisasi atau sesungguhnya (OS), jika (OA) > (OS) disebut efektif.”

 

Perbedaan antara Efektivitas dan Efisiensi

Mendiskusikan efektivitas dalam proses produksi di bidang ekonomi terkadang sering disalah artikan dengan efisiensi. Walaupun keduannya adalah hal yang penting dalam proses produksi dan meraih keuntungan besar, landasan teori dan pengertian efektivitas sangat berbeda dengan efisiensi.

Efektivitas seperti sudah dijelaskan sebelumnya lebih menekankan hasil outpunya. Efisiensi di sisi lain lebih menekankan pada inputnya. Jika efektivitas bicara maksimal, efisiensi bicara soal minimal. Jika dibandingkan langsung, efektivitas berusaha memaksimalkan output sedangkan efisiensi berusaha meminimalkan input.

Efisiensi berusaha menekan input agar menjadi kecil untuk menghasilkan output pada target yang sama. Contoh gambarannya adalah jika sebuah pabrik mebel dengan input pekerja 3 orang pada umumnya dapat menghasilkan 20 kursi per bulan, namun pabrik B yang terkenal efisien mampu mencapai output yang sama hanya dengan input 2 orang pekerja.

Dari segi biaya produksi, pabrik B akan mengeluarkan biaya lebih kecil dibanding pabrik mebel pesaingnya. Membayar 2 orang pekerja untuk menghasilkan target produksi yang sama dengan pabrik mebel yang membayar 3 orang pekerja tentu menjadi keuntungan tersendiri.

 

Kesimpulan

Dari contoh-contoh di bagian sebelumnya, Anda dapat melihat perbedaan besar antara contoh di bagian efektivitas dengan contoh di bagian efisiensi. Pabrik A lebih efektif dari pabrik mebel umum karena mampu menghasilkan output lebih dibandingkan pabrik mebel lain. Sedangkan pabrik B lebih efisien karena mampu menghasilkan output yang sama dengan pabrik mebel umum walaupun dengan menggunakan input yang lebih sedikit.

Jadi kesimpulannya efektivitas merupakan kata yang digunakan dalam bidang ekonomi dan sering disinggung terutama saat membahas proses produksi. Efektivitas menekankan pada maksimalisasi output dalam proses produksi. Walaupun sama-sama hal yang ingin dicapai pada proses produksi, landasan teori dan pengertian efektivitas dan efisiensi memiliki penekanan arti kata yang berbeda.