Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme dan Henoteisme

Ilustrasi animisme dinamisme
Ilustrasi animisme dinamisme
Ilustrasi animisme dinamisme

Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme dan Henoteisme. Disadari ataupun tidak, manusia memerlukan suatu Dzat sebagai tempat berlindung dan meminta pertolongan. Dari zaman pra sejarah hingga sekarang, manusia terus mencoba mencari hakikat dari Dzat tersebut. Berbagai kepercayaan pun muncul sebagai wujud manusia untuk menghamba dan meminta pertolongan kepada sesuatu yang mereka anggap sebagai penguasa alam semesta ini. Berikut ulasan mengenai pengertian animisme, dinamisme, dan beberapa paham kepercayaan tersebut:

1. Animisme

Kata animisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu anima yang berarti roh atau jiwa. Animisme merupakan suatu paham yang meyakini bahwa arwah nenek moyang yang telah meninggal akan bersemayam ke benda-benda, baik itu benda hidup ataupun benda mati. Penganut paham ini percaya bahwa arwah nenek moyang mereka memiliki kekuatan mistis yang dapat menyebabkan kerusakan jika mereka mengusik keberadaannya ataupun tidak memberikan pengorbanan kepadanya.

2. Dinamisme

Kata dinamisme diambil dari kata Yunani, yaitu dunamos yang berarti daya atau kekuatan. Paham dinamisme ini meyakini bahwa dalam alam semesta ada kekuatan-kekuatan mistis yang dimiliki oleh benda-benda tertentu, seperti matahari, gunung, danau, dan sebagainya. Kekuatan-kekuatan mistis tersebut ada yang bersifat baik dan ada yang bersifat jahat.

Keduanya, animisme dan dinamisme merupakan kepercayaan yang dianut oleh kebanyakan manusia pada zaman pra sejarah. Dua kepercayaan tersebut muncul dari rasa kebergantungan manusia terhadap kekuatan-kekuatan mistis yang ada di luar dirinya yang disertai dengan belum berkembangnya pengetahuan pada zaman tersebut. Kepercayaan ini sekarang sudah mulai banyak ditinggalkan. Kendati demikian, kita masih dapat menemukan beberapa peninggalan yang dipercayai sebagai tempat untuk melakukan ritual bagi pemeluk kepercayaan animisme ataupun dinamisme.

3. Politeisme

Politeisme berasal dari gabungan dua kata Yunani, yaitu poly yang berarti banyak dan theoi yang berarti Tuhan. Politeisme adalah suatu paham yang menekankan bahwa alam semesta ini dikuasai dan diatur oleh beberapa dewa-dewi, dimana tidak ada dewa yang lebih bersifat dominan dibanding dewa yang lainnya. Mereka menganggap bahwa setiap segala sesuatu mempunyai dewanya masing-masing, seperti Dewa Api, Dewa Laut, Dewa Bumi dan masih banyak lagi yang lainnya.

4. Henoteisme

Kata henoteisme merupakan gabungan dua kata Yunani, yaitu heis yang berarti satu, dan theoi yang berarti tuhan atau dewa. Paham henoteisme ini merupakan gabungan antara paham politeisme dan monoteisme. Paham henoteisme adalah paham yang menekankan bahwa di alam semesta ini ada satu dewa utama, dengan tidak mengingkari keberadaan dewa-dewi lainnya. Dewa utama merupakan raja dari para dewa-dewi, yang memiliki kekuatan melebihi dewa yang lainnya. Selain menyembah dewa utama yang merupakan suatu keharusan, penganut kepercayaan ini juga diperbolehkan menyembah dewa atau dewi yang lainnya. Peradaban bangsa Yunani kuno merupakan salah satu penganut kepercayaan henoteisme ini. Dalam kepercayaan mereka, terdapat dewa utama yang bernama Zeus (Dewa Petir atau Dewa langit) dan beberapa dewa lainnya seperti Poseidon (Dewa Laut), Hades (Dewa Kematian), Ares (Dewa Perang) dan lain-lain.

Bentuk lain dari henoteisme ini dapat kita temui pada Agama Yahudi. Mereka menganggap bahwa Yahweh adalah tuhan nasional untuk bangsanya dan bukan tuhan untuk seluruh alam. Mereka meyakini bahwa setiap bangsa mempunyai tuhannya masing-masing. Meskipun demikian mereka tetap menganggap bahwa Yahweh adalah tuhan yang tertinggi dan terkuat dibanding dengan tuhan-tuhan yang disembah oleh bangsa-bangsa lain.

5. Monoteisme

Kata monoteisme ini merupakan gabungan dari dua kata Yunani, yaitu mono yang berarti satu, tunggal dan theoi yang berarti Tuhan. Paham ini merupakan salah satu paham dengan jumlah penganut kepercayaan terbanyak. Paham ini meyakini bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu Dzat yang menguasai dan mengatur seluruh alam semesta ini.

Agama islam merupakan salah satu agama yang menganut konsep monoteisme ini. Penganut agama islam mempercayai bahwa dalam semesta ini hanya ada satu Tuhan yang wajib disembah yaitu Allah swt. Konsep monoteisme dalam agama ini tergambar dalam kalimat yang sangat sakral bagi umat Islam, yaitu لااله إلا الله yang berarti “Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah”