Oncom Dibuat Dengan Bantuan Jamur

Posted on

Terlepas dari berbagai jenis makanan yang ada di dunia ini, tempe dan oncom adalah produk asli Indonesia yang mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Kedua produk ini sangat digemari di Indonesia, bukan hanya karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena kualitas gizinya yang tinggi dan kandungan nutrisinya yang baik bagi kesehatan tubuh.

Perbedaan antara Tempe dengan Oncom

Gambar Tempe dan Oncom

Sebenarnya, kedua produk ini seringkali dianggap sebagai satu jenis olahan, padahal tidak demikian. Tempe dan Oncom memang berbahan dasar kedelai yang sama, namun cara pembuatannya yang berbeda menjadikan keduanya mempunyai cita rasa, tekstur, dan bentuk yang berbeda.

1. Proses Pembuatan Tempe

Tempe dibuat dari kedelai yang telah direndam selama beberapa jam untuk menghilangkan lapisan kulit kedelai yang menyebabkan rasa pahit dan menyebabkan sulit difermentasikan. Setelah direndam, kedelai dicuci dan direbus hingga matang. Kemudian, kedelai tersebut ditanamkan dengan kultur jamur Rhizopus Oryzae selama 1-2 hari di tempat yang hangat. Setelah itu, tempe dibungkus dengan daun pisang atau plastik dan diinkubasi selama 2-3 hari. Proses inkubasi ini memungkinkan bakteri dan enzim dalam jamur menjadi aktif, sehingga protein dan karbohidrat dalam kedelai diubah menjadi asam amino dan gula. Akhirnya, tempe siap dipotong-potong dan diolah menjadi hidangan yang lezat.

2. Proses Pembuatan Oncom

Berbeda dengan tempe, oncom dibuat dari biji kecipir atau biji tunggak yang telah direbus terlebih dahulu dalam air yang dicampur kapur sirih selama 2-3 jam untuk membantu menghilangkan kulit yang kasar. Setelah itu, biji kecipir atau biji tunggak tersebut ditumbuk halus dan dicampur dengan kapur sirih, garam, dan bahan pencampur lainnya. Proses pencampuran tersebut dilakukan hingga adonan terasa lengket, kemudian adonan diberi cuka atau cairan fermentasi bakteri yang disebut dengan sebutan “ragi oncom”. Adonan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik dan disimpan di tempat yang hangat selama 2-3 hari hingga terjadi fermentasi dan adonan menjadi mengembang. Sesudah itu, oncom dijemur hingga kering dan siap untuk dikonsumsi atau diolah menjadi masakan yang lezat.

Baca juga  Jamur Akar Putih

Perbandingan Nutrisi Tempe dan Oncom

Meskipun bahan dasar tempe dan oncom hampir sama, tetapi keduanya belum tentu mempunyai nutrisi yang sama. Dalam hal ini, tempe memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan oncom.

1. Kandungan Protein

Tempe mempunyai kandungan protein yang relatif tinggi dan kaya akan asam amino esensial, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh tubuh. Kandungan protein pada tempe adalah sekitar 19% gram per 100 gram, sementara oncom hanya memiliki kandungan protein sekitar 12,2% gram per 100 gram.

2. Kandungan Serat

Tempe mempunyai kandungan serat yang baik untuk pencernaan dan mencegah sembelit. Kandungan serat pada tempe adalah sekitar 5,5 gram per 100 gram. Sementara itu, kandungan serat pada oncom lebih rendah bila dibandingkan dengan tempe, yaitu hanya sekitar 1,9 gram per 100 gram.

3. Kandungan Lemak

Oncom memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dari pada tempe. Kandungan lemak pada oncom adalah sekitar 4,1 gram per 100 gram, sedangkan tempe memiliki kandungan lemak yang lebih rendah, yaitu sekitar 2,2 gram per 100 gram.

Cara Menikmati Tempe dan Oncom

Kedua makanan ini memang sangat digemari di Indonesia karena cita rasanya yang khas dan cocok untuk disajikan dengan berbagai macam makanan. Dalam hal ini, tempe memang cocok untuk dijadikan bahan olahan masakan seperti tumis, sambal, atau lalapan. Selain itu, tempe juga enak disajikan sebagai camilan goreng atau bisa juga diolah menjadi burger atau nugget.

Sementara itu, oncom bisa diolah menjadi berbagai macam masakan seperti sayuran, pepes, atau akan lebih enak lagi jika dijadikan sebagai bahan pelengkap untuk sate Khas Bandung atau sebagai semur oncom.

Baca juga  Contoh Jamur Ascomycota Yang Menguntungkan

Kesimpulannya, meskipun bahan dasarnya hampir sama, tetapi perbedaan dalam cara pembuatannya menjadikan tempe dan oncom mempunyai cita rasa, tekstur, dan bentuk yang berbeda. Selain itu, kandungan nutrisi pada tempe juga lebih tinggi dibandingkan dengan oncom. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi kedua makanan tersebut secara bergantian agar memperoleh nutrisi yang lebih seimbang dan bisa merasakan kenikmatan dari cita rasa khas keduanya.

Simak postingan lainnya tentang Sayur-sayuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *