Morfologi Akar Jagung

Posted on

Mungkin sudah kita ketahui bersama bahwa jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia di seluruh dunia. Selain memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, jagung juga memiliki beragam manfaat yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia. Namun, tahukah kamu tentang morfologi tanaman jagung?

Ciri-ciri Morfologi Tanaman Jagung

Secara umum, ada beberapa ciri-ciri morfologi tanaman jagung yang dapat dikenali, antara lain sebagai berikut:

  1. Tinggi tanaman jagung dapat mencapai 2-4 meter dengan akar yang tumbuh kuat pada kedalaman 80-100 cm.
  2. Batang tanaman jagung berbentuk bulat dan tidak bercabang. Batang tanaman juga memiliki ciri khas yakni memiliki ruas yang menonjol dan berwarna hijau kekuningan.
  3. Daun tanaman jagung berbentuk lancip, panjangnya bisa mencapai 50-100 cm dan lebarnya sekitar 5-10 cm. Biasanya, daun jagung tumbuh sejajar dan tersusun secara teratur di batang tanaman.
  4. Bunga tanaman jagung berupa malai yang terletak di sela-sela daun. Malai ini bermuara pada bongkol jagung yang merupakan buah dari tanaman jagung.
  5. Biji jagung dikelilingi oleh kulit jagung yang berserat dan keras.

Morfologi Bunga Jagung

Morfologi Tanaman Jagung

Bunga jagung memiliki bentuk yang khas yakni berupa malai yang terletak di sela-sela daun. Malai tersebut memuat beberapa serbuk sari dan tudung sari yang berfungsi untuk proses pembuahan. Setelah proses pembuahan, malai akan membengkak dan membentuk bongkol jagung. Bongkol jagung memiliki hampir 400 – 600 butir jagung yang terletak di sepanjang tengah bongkol. Biji jagung yang terkandung di dalam bongkol merupakan sumber utama pangan dan bahan baku berbagai macam produk pangan.

Baca juga  Birama Pada Lagu Menanam Jagung Adalah

Perkembangan Tanaman Jagung

Proses perkembangan tanaman jagung melewati beberapa tahapan, antara lain sebagai berikut:

  1. Perkecambahan: tahap ini dimulai dari biji jagung yang ditanam dan berakhir ketika benih jagung bertunas.
  2. Fase Vegetatif: pada fase ini tanaman jagung tumbuh melalui fase bibit, fase daun pertama, fase daun kedua, fase daun ketiga, fase daun keempat, dan fase daun kelima.
  3. Fase Reproduktif: pada fase ini tanaman jagung mulai berbunga dan membentuk bongkol jagung. Seiring dengan bertambahnya usia tanaman jagung, waktu yang diperlukan untuk proses pembuahan dan pembentukan bongkol akan semakin singkat.

Pembuahan Bunga Jagung

Proses pembuahan bunga jagung diawali dengan proses penyerbukan atau polinasi. Penyerbukan dilakukan dengan cara mengumpulkan serbuk sari dari tandan bunga jantan dan menempelkannya pada tudung sari bunga betina. Proses polinisasi ini menghasilkan bunga jagung yang sehat dan berkualitas.

Manfaat Tanaman Jagung

Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang penting di seluruh dunia. Kandungan nutrisinya yang cukup tinggi membuat jagung menjadi sumber karbohidrat yang baik. Selain itu, jagung juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit.

Selain sebagai bahan makanan, jagung juga memiliki manfaat di bidang lainnya, seperti:

  1. Sebagai sumber bahan bakar alternatif
  2. Sebagai bahan baku industri makanan dan minuman
  3. Sebagai bahan baku industri farmasi
  4. Sebagai bahan baku industri kosmetik

Dilihat dari berbagai manfaat yang dimilikinya, tanaman jagung bisa dikatakan sebagai tanaman yang sangat penting dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di seluruh dunia.

Itulah sekilas informasi mengenai morfologi tanaman jagung. Apakah kamu tertarik untuk menanam tanaman jagung di depan rumahmu?

Baca juga  Baby Jagung

Baca artikel lainnya seputar Sayur-sayuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *