Moler Pada Bawang Merah

Posted on

Mantan pemilik kebun bawang merah di sini, aku ingin berbagi pengalaman dan tips mengenai salah satu masalah yang sering dihadapi oleh petani bawang merah, yaitu penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah. Penyakit ini termasuk penyakit yang sangat mengganggu karena dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi petani. Sebagai petani yang memiliki pengalaman dalam menangani penyakit ini, aku ingin berbagi tentang cara mengenali dan mengobati penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah.

Pengenalan Penyakit Moler atau Mulet atau Inul pada Tanaman Bawang Merah

Penyakit Moler atau Mulet atau Inul pada Tanaman Bawang Merah

Penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah merupakan salah satu penyakit yang menyerang bagian bawah tanaman atau umbi. Penyakit ini dapat diakibatkan oleh jamur Rhizoctonia solani, jamur yang menyerang tanaman, dan umumnya ditemukan di tanah. Penyakit ini sering kali muncul ketika tanaman bawang merah rapat atau ketika ada sisa panen yang tidak diambil.

Gejala Moler atau Mulet atau Inul pada Tanaman Bawang Merah

Tanda-tanda dari penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah dapat dilihat dengan sangat mudah. Gejala awal adalah adanya bercak-bercak cokelat di bagian pangkal batang dan daun, yang kemudian akan tumbuh menjadi bercak-bercak cokelat yang membesar dan membusuk pada daun dan umbi. Umbi yang terinfeksi akan menjadi lembek dan berlendir serta membusuk. Umbi juga menjadi lebih mudah rusak dan membuat produk akhir menjadi rusak. Selain itu, ada juga ciri-ciri lain seperti keritingan daun dan penggulungan daun-daun muda.

Baca juga  Manisan Tomat

Pencegahan Penyakit Molers atau Mulet atau Inul pada Tanaman Bawang Merah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah, di antaranya:

  • Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman lain yang berbeda, sehingga tanah sedikit dapat beristirahat
  • Menghindari pertumbuhan tanaman bawang merah yang terlalu rapat
  • Memupuk dengan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya untuk memperbaiki kualitas tanah
  • Memastikan tanaman bawang merah tidak terlalu lembap setelah tanam atau saat penyiraman
  • Selalu menjaga kebersihan kebun. Membersihkan sisa-sisa umbi, batang tanaman yang telah mati, dan gulma akan membantu mencegah terjadinya penyebaran jamur yang bisa menyebabkan penyakit ini

Pengobatan Penyakit moler atau mulet atau inul pada Tanaman Bawang Merah

Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah, di antaranya:

  • Menghilangkan daun-daun yang terinfeksi dan umbi yang telah membusuk
  • Menyemprotkan fungisida spesifik yang dijual di toko pertanian atau jasa penyemprotan yang sudah ahli
  • Menggunakan teknologi pengolahan tanah yang lebih modern dengan metode steaming atau sterilisasi tanah sebelum penanaman

Kesimpulan

Jadi, itulah pembahasan mengenai penyakit moler atau mulet atau inul pada tanaman bawang merah. Mungkin mudah-mudahan dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas, petani akan dapat mencegah penyakit ini di kebun mereka. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan dan mengamati bagian bawah tanaman agar dapat mendeteksi awal keberadaan penyakit ini agar langkah yang segera diambil dapat menyelamatkan tanaman di kebun. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi dan bermanfaat bagi petani bawang merah di Indonesia.

Temukan postingan lainnya seputar Sayur-sayuran

Baca juga  Penanaman Bawang Merah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *