makanan untuk anemia

Makanan untuk Anemia

Posted on

makanan untuk anemia

Makanan untuk Anemia – Terdapat berbagai hal penyebab anemia, mulai dari masalah genetik (keturunan) hingga kekurangan zat besi. Ketika didagnosis anemia, proses pengantaran oksigen serta nutrisi ke seluruh jaringan dan sel tubuh menjadi terhambat.

Sehingga, timbullah beragam keluhan, seperti pusing, mudah lelah hingga kulit pucat. Pada dasarnya, sejumlah makanan penambah darah dapat membantu mengatasi anemia.

Lantas, apa saja makanan yang baik untuk penambah darah? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai makanan untuk anemia yang sudah caraprofesor.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Beberapa Makanan untuk Anemia yang Perlu Anda Ketahui!

Supaya dapat terus memproduksi sel darah merah yang sehat, tubuh memerlukan asupan mineral, vitamin dan nutrisi tertentu dalam jumlah cukup. what type of worms does ivermectin kill

Selain mencegah kurang darah, mengonsumsi berbagai macam makanan yang bernutrisi juga mampu mencegah Anda mengalami komplikasi yang mungkin terjadi akibat anemia. Berikut ini adalah sejumlah makanan yang berguna untuk penambah darah bagi penderita anemia.

makanan untuk anemia

1. Makanan Tinggi Zat Besi

Sebagai penambah darah, makanan tinggi zat besi sangat penting untuk penderita anemia. Zat besi mampu membantu produksi hemoglobin yang diperlukan sel darah merah. Makanan penambah darah dengan asupan zat gizi paling banyak dapat Anda peroleh dari sumber hewani, seperti:

  • Daging merah
  • Unggas, seperti ayam
  • Jeroan, seperti hati sapi
  • Makanan laut, seperti tiram dan ikan

Zat besi yang asalnya dari panganan hewani mampu diserap oleh tubuh sebanyak 70 persen. Tidak hanya sumber hewani, Anda juga dapat memperoleh tambahan zat besi dari sumber nabati. Sumber nabati itu yaitu, seperti sayuran yang dengan daun hijau gelap, seperti sawi hijau dan bayam.

Baca Juga: Kelompok Jenis Makanan yang Mengandung Protein Hewani

makanan untuk anemia

2. Makanan Kaya Tembaga (Copper)

Makanan yang memiliki kandungan mineral tembaga adalah salah satu asupan penting sebagai penambah darah. Mineral tembaga berguna untuk membantu tubuh dalam meningkatkan produksi sel darah merah.

Saat kadarnya rendah, maka tubuh menyerap zat besi dalam jumlah yang sedikit. Alhasil, produksi hemoglobin dalam sel darah merah pun berkurang. Anda pun akan mengalami anemia defisiensi zat besi. Makanan penambah darah yang mengandung tinggi mineral tembaga untuk penderita anemia dapat diperoleh dari:

  • Gandum utuh
  • Kacang-kacangan
  • Daging unggas seperti ayam dan bebek
  • Makanan laut seperti udang dan kepiting
  • Buah ceri dan cokelat

makanan untuk anemia

3. Makanan Tinggi Asam Folat

Vitamin B9 atau asam folat merupakan nutrisi yang mampu membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita anemia harus mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan asam folat tinggi, seperti:

  • Kacang polong
  • Kacang merah
  • Jeroan, seperti hati
  • Kacang hijau
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli

Usahakan jangan memasak makanan yang mengandung asam folat terlalu lama. Untuk mencegah kandungan asam folat dalam sayuran hilang terlalu banyak, maka Anda dapat mengukus, menumis, ataupun microwave sayuran tersebut.

Baca Juga: Makanan Awetan Nabati

makanan untuk anemia

4. Makanan Kaya Vitamin B12

Fungsi sumsum tulang dapat ditingkatkan dengan makanan kaya vitamin B12, sehingga mampu memproduksi lebih banyak sel darah merah normal. Jika kekurangan vitamin B12, bentuk sel darah merah yang diproduksi dapat abnormal; tidak bulat pipih serta cenderung oval.

Selain itu, sel darah merah yang tidak berkembang secara sempurna juga dapat lebih cepat mati. Nah, penderita anemia bisa menjadikan makanan tinggi vitamin B12 ini sebagai penambah darah, seperti:

  • Jeroan, seperti hati sapi
  • Ikan
  • Daging merah
  • Telur
  • Susu dan produk olahannya
  • Sereal

Pastikan Anda mengonsumsi daging sebanyak dua sampai tiga kali seminggu untuk menyembuhkan anemia. Vitamin B12 jarang dijumpai pada buah-buahan atau sayur-sayuran. Anda yang mempunyai pola makan vegetarian lebih berisiko menderita kekurangan vitamin B12.

Apabila Anda vegetarian, Anda dapat mencoba mengonsumsi makanan vegetarian yang diperkaya dengan vitamin B12 paling tidak tiga kali sehari. ivermectin uk nhs Anda mungkin dapat juga mengonsumsi vitamin B12 sekitar 10 mikrogram per hari atau sesuai saran dokter.

5. Makanan Mengandung Vitamin B6

Hampir sama seperti vitamin B12, vitamin B6 juga mampu membantu pembentukan sel darah merah. Makanan tinggi kandungan B6 yang mampu menambah darah, meliputi:

  • Nasi
  • Gandum
  • Sereal, dan kacang-kacangan
  • Daging sapi, kambing, domba, dan ayam

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Protein Nabati

6. Makanan Tinggi Vitamin A

Umumnya, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gejala anemia. Kaitan antara vitamin A dengan gejalan anemia masih belum jelas. ivermectin treatment for covid in mexico Tetapi yang pasti, defisiensi vitamin A mampu mengganggu tubuh dalam menghasilkan sel darah merah yang sehat.

Tubuh yang kekurangan vitamin A juga berisiko mengakibatkan penyerapan zat besi menjadi tidak sempurna. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada produksi sel darah merah. Sejumlah makanan yang tinggi vitamin B6 sebagai penambah darah untuk anemia, yaitu:

  • Susu sapi serta produk olahannya, termasuk susu murni
  • Telur ayam
  • Hati sapi atau ayam
  • Sayuran berwarna cerah seperti wortel, tomat, brokoli, dan ubi jalar

7. Makanan Mengandung Vitamin C

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk Anda yang menderita anemia. Vitamin C sendiri mampu membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh.

Peningkatan zat besi dalam darah mampu membantu sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah merah sehat yang memiliki kandungan hemoglobin. Anda dapat memperoleh makanan penambah darah yang memiliki kandungan vitamin C dari:

  • Jeruk
  • Paprika
  • Stroberi
  • Tomat
  • Lentil

Baca Juga: Makanan Awetan Hewani

8. Makanan Mengandung Vitamin E

Walaupun tidak sering terjadi, ternyata kasus kekurangan vitamin E juga mampu meningkatkan risiko anemia hemolitik. Jenis anemia yang terjadi saat sel darah merah menjadi rapuh serta lebih cepat mati yaitu anemia hemolitik.

Vitamin E memiliki fungsi penting untuk mencegah membran sel darah merah dari kerusakan oksidatif (akibat radikal bebas). Untuk menghindari anemia, Anda dapat mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan vitamin E, seperti:

  • Minyak nabati, seperti minyak kacang, minyak gandum dan minyak zaitun
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian
  • Susu
  • Sayuran seperti bayam dan paprika merah
  • Buah alpukat

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Vitamin E

Itulah beberapa makanan untuk anemia yang perlu Anda ketahui. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah wawasan pengetahuan Anda seputar kesehatan.

Baca juga  6 Manfaat ikan lele untuk kesehatan anda