Makanan Khas Purworejo

makanan khas purworejo

makanan khas purworejo

Makanan Khas Purworejo – Apakah Anda memiliki rencana untuk berkunjung ke Purworejo? Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang letaknya di Provinsi Jawa Tengah. Purworejo berjarak sekitar 1 jam dari Kota Yogyakarta.

Bisa dikatakan bahwa daerah tersebut berhadapan dengan Yogyakarta. Walaupun berhadapan, ternyata Purworejo mempunyai ciri khas kuliner yang berbeda dari daerah lain, lho.

Terdapat berbagai macam makanan khas Purworejo yang ternyata lezat dan sayang jika dilewatkan. Kabupaten yang populer dengan pramukanya ini nyatanya menyimpan aneka makanan khas. Sehingga, siapapun yang bertandang ke Purworejo dapat mencicipi kelezatan kulinernya.

Lantas, apa saja makanan khasnya? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai makanan khas Purworejo yang sudah caraprofesor.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Beberapa Makanan Khas Purworejo yang Wajib Anda Cicipi!

makanan khas purworejo

1. Cenil

Cenil merupakan makanan dari Purworejo yang diolah dari pati singkong. Selanjutnya dibentuk, diberi warna, direbus, lalu diberi kelapa parut. Cenil ini bisa dijumpai dengan mudah di sejumlah pasar tradisional.

Walaupun umumnya berbentuk bulat kecil seperti kelereng, namun ada juga yang berbentuk kotak. Cara penyajiannya dapat ditambahkan taburan gula serta kelapa, lalu dibungkus dengan daun pisang.

Baca Juga: Makanan Khas Tangerang

makanan khas purworejo

2. Clorot

Clorot ini adalah kue khas dari Purworejo yang memakai bahan dasar berupa tepung beras serta gula merah. Ciri khas makanan satu ini yaitu dibungkus memakai janur atau daun kelapa muda yang selanjutnya digulung seperti terompet.

Makanan ini berbahan dasar gula Jawa, jadi tidak heran jika Anda akan merasakan rasa manis, enak, gurih dan lezat ketika memakannya. Anda bisa mendapatkan makanan ini dengan mengunjungi pasar yang ada di Purworejo.

makanan khas purworejo

3. Dawet Ireng

Apabila Anda melewati daerah selatan Pulau Jawa, maka Anda akan menjumpai deretan penjual dawet ireng yang terletak di sepanjang jalan. Jika Anda sudah menjumpai penjual dawet, itu menandakan Anda telah memasuki area Purworejo.

Sebenarnya, sawet ireng tidak hanya dikenal di Purworejo, namun juga di sejumlah kota lain. Ciri khas dawet ireng dari Purworejo, terutama daerah Jembatan Butuh, yaitu memakai gula jawa serta santan. Untuk warna dawetnya yang hitam sendiri asalnya dari abu jerami yang sudah dibakar sebelumnya.

Baca Juga: Makanan Khas Cianjur

makanan khas purworejo

4. Geblek

Menikmati dawet ireng tidak lengkap apabila tidak ada camilannya, yakni geblek. Geblek diolah dari tepung singkong yang sudah diberi tambahan bumbu dalam bentuk bawang goreng gurih.

Sebenarnya, geblek ini merupakan makanan khas dari Kabupaten Purworejo, Kulonprogo dan Wonosobo. Ciri unik dari geblek ini terletak pada rasanya serta berbeda dari satu daerah ke daerah lain.

Geblek dapat sangat enak dinikmati pada saat masih hangat. Bahkan, Anda juga dapat mencampurnya dengan memakai saus kacang. Karena mempunyai bentuk bulat, sejumlah orang menyebutnya dengan nama gelangan.

makanan khas purworejo

5. Jenang Krasikan

Sajian khas lain dari Purworejo yaitu jenang krasikan yang biasa dijadikan sebagai oleh-oleh. Jenang ini diolah dari beras ketan yang sebelumnya dipadukan dengan santan serta gula merah.

Jenang khas Purworejo ini tidak sama dengan jenis jenang biasanya yang lunak. Selain itu, jenang krasikan sendiri memiliki tekstur yang lebih kasar. Beras ketan yang pada awalnya dipanggang akan menjadikan rasanya berbeda dari yang lain.

Baca Juga: Makanan Khas Sumatera Barat

6. Kue Lompong

Warnanya hitam pekat, namun kue lompong ternyata mempunyai rasa yang legit serta lezat. Kue Lompong merupakan semacam kue basah. Pembuatannya memakai bahan dasar batang daun talas atau yang biasa dikenal masyarakat sekitar sebagai lompong yang sudah dihancurkan.

Lompong inilah yang selanjutnya akan membuat efek warna hitam pada kue. Selanjutnya, lompong dipadukan dengan gula, tepung ketan serta tepung merah.

Di samping itu, untuk dalaman kue umumnya diisi dengan kacang tanah yang telah ditumbuk serta rasanya sangat manis. Untuk rasa, kue lompong mempunyai ciri khas tersendiri, sebab dibungkus memakai daun pisang kering.

7. Kue Satu

Dari namanya, mungkin Anda bertanya-tanya mengapa makanan ini disebut kue satu. Asal-usul nama kue satu ini tidak diketahui persis. Faktanya, kue ini juga mempunyai nama lain, yakni kue kroya.

Umumnya, kue ini dapat dijumpai sebagai hidangan di hari besar seperti Idul Fitri. Kue satu ini diolah dari kacang hijau panggang yang selanjutnya ditumbuk.

Kue satu hanya memakai tepung kacang hijau sebagai bahan utamanya, serta air, gula dan rasa vanila sebagai campuran tambahannya. Tidak hanya sebagai hidangan Hari Raya Idul Fitri, kue ini juga dapat dijadikan teman minum teh di pagi maupun sore hari.

Baca Juga: Makanan Khas Padang

8. Kupat Tahu

Kupat Tahu merupakan sajian tradisional yang diolah dari ketupat, tahu dan saus kacang. Sekilas, makanan kupat tahu ini mirip dengan karedok maupun ketoprak.

Namun, perbedaannya terletak pada sausnya. Sausnya diolah dari rempah-rempah pedas yang dipadukan gula jawa cair serta sayuran seperti kol dan kecambah.

9. Mendut

Mendut sangat cocok untuk disantap di pagi hari. Kue tradisional ini diolah dari adonan tepung ketan yang diisi dengan kelapa parut serta gula jawa.

Biasanya, mendut dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk segitiga piramida ataupun dibentuk bulat tanpa dibungkus daun pisang. Teksturnya sendiri kenyal dan lembut, sehingga tampak seperti klepon dan kue bugis.

Baca Juga: Makanan Khas Jawa Tengah

10. Sate Winong

Sekilas, sate Winong hampir sama dengan jenis sate pada umumnya yang memakai daging kambing muda sebagai bahan dasarnya. Perbedaannya yaitu pada bumbu yang digunakan.

Di daerah lain, sate umumnya dibumbui memakai kecap manis bersama dengan irisan cabai rawit dan bawang merah. Sedangkan, sate Winong ini memakai bumbu kecap olahan sendiri.

Bumbu sate Winong diolah memakai rebusan gula Jawa yang sudah dicampurkan dengan rempah bercita rasa khas yang selanjutnya diberi tambahan cabai yang sudah diuleg. Sajian ini lalu dicampur dengan irisan bawang merah serta daun jeruk nipis. Rasanya? Jangan ditanya, sebab akan menghasilkan rasa yang begitu istimewa.

11. Sego Koyor

Sego koyor atau disebut juga nasi koyor merupakan salah satu sajian kuliner paling populer dan disukai oleh masyarakat setempat. Mungkin beberapa orang masih asing dengan makanan satu ini.

Sebenarnya, koyor merupakan urat sapi. Berbeda dengan jeroan dan gajih (lemak), koyor mempunyai rasa gurih-kenyal serta memberikan keunikan tersendiri.

Dalam penyajiannya, sego koyor dihidangkan dalam kondisi panas memakai wadah daun pisang dengan tambahan pelengkap tempe gimbal (tempe goreng ditepungi). Warung yang menjual sego koyor ini uniknya hanya buka pada tengah malam, yaitu tepatnya pada pukul 00.30 WIB dalam jumlah terbatas.

Baca Juga: Makanan Korea Halal

12. Sego Megono

Sego Megono merupakan nasi urap yang dipadukan dengan kelapa muda serta sayuran. Sayuran keluban yang merupakan kombinasi dari nasi ini terdiri dari singkong, bayam hingga suring atau kangkung. Nasi megono biasanya dihidangkan dengan mendoan empuk.

13. Sego Penek Ngandul

Hingga saat ini, tidak ada yang tahu persis mengapa hidangan lezat ini disebut sego penek. Berdasarkan cerita, kuliner khas ini telah ada sejak zaman penjajahan Jepang dan Belanda.

Bahkan kebanyakan orang percaya bahwa kuliner ini merupakan asupan utama tentara Indonesia yang bertempur di wilayah selatan Purworejo. Ada juga yang menyebut jika yang paling enak terletak di Dukuh Ngandul depan Pasar Jenar, Purwodadi, Purworejo.

Sego penek sendiri berupa dari nasi dengan sayur nangka muda yang diolah dengan resep khusus dan aneka variasi seperti rempah manis, rempah lodeh serta kuah merah pedas.

Sebagai pelengkap, pembeli dapat memilih lauk daging ayam atau jeroan, tempe, tahu, telur bacem. Selanjutnya, disiram dengan bumbu opor putih super kental yang manis dan gurih.

Baca Juga: Makanan Junk Food

14. Sop Pak Giyo Kondang Roso

Letaknya berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 89 Purworejo atau dari Pasar Suronegaran ke arah utara. Sopnya memang tidak jauh berbeda dengan sop di warung lainnya. Namun, di sini rasanya lebih lezat karena memakai bumbu racikan khusus sendiri yang dilestarikan sejak dulu. Kuahnya bening, namun gurih dan bikin segar.

Untuk isinya sendiri sama seperti sop di lokasi lain, ada bihun, bawang goreng, daging ayam atau sapi, daun seledri, kentang, kubis dan wortel. Untuk isinya dapat pesan, ingin sop daging atau sop ceker.

Ada juga menu pendamping yang menjadikannya nikmat, seperti perkedel, bakwan jagung, sate telur puyuh, tahu, tempe mendoan dan lain-lain. Penyajian untuk seporsinya tidak terlalu banyak dan masih panas, sehingga cocok untuk disantap bersama dengan nasi.

Itulah beberapa makanan khas Purworejo yang perlu Anda cicipi ketika bertandang ke kota ini. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah wawasan pengetahuan Anda.