Kuning Telur Calon Embrio Dari Bangsa Aves Terletak Di Bagian

Posted on

Telur merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi di meja makan kita. Namun, apakah kamu pernah tahu bagaimana awal mula telur tersebut terbentuk? Tahukah kamu bahwa ayam merupakan ternak yang seringkali dijadikan sebagai sumber telur bagi manusia. Nah, terdapat fakta menarik yang mungkin belum kamu tahu tentang telur ayam ini. Mari kita bahas lebih lanjut.

Struktur Telur Ayam

Struktur Telur Ayam

Sebelum membahas tentang cara ayam menghasilkan telur, perlu diketahui dulu mengenai struktur telur ayam itu sendiri. Telur ayam terdiri dari tiga bagian yaitu yolk atau kuning telur, putih telur, dan kulit telur atau shell. Pada bagian kuning telur terdapat kandungan protein, lemak, mineral, serta vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan pada bagian putih telur terdapat kandungan protein dan air. Sementara itu, kulit telur terdiri dari dua lapisan yaitu kulit bagian luar dan kulit bagian dalam. Kulit luar terdiri dari kalsium karbonat yang dapat melindungi isi dari telur. Kulit bagian dalam tersebar proles atau pori-pori yang berfungsi untuk memasok udara ke dalam telur sehingga si calon ayam yang terdapat di dalam telur dapat bernapas.

Proses Telur Ayam Terbentuk

Proses Telur Ayam Terbentuk

Ayam betina merupakan hewan yang dapat menghasilkan telur. Proses pembentukan telur ayam dimulai dari ovarium atau kantung telur pada ayam betina. Pada ovarium tersebut terdapat saluran telur atau oviduk yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan. Selanjutnya, sel telur akan dilepas melalui saluran telur dan bertemu dengan sperma jantan yang masuk ke dalam tubuh ayam betina. Namun, telur ayam yang dijual di pasaran umumnya tidak mengandung embrio atau si calon ayam karena telah melalui proses pengolahan termasuk pematangan telur itu sendiri.

Baca juga  Cara Merawat Ayam Bangkok Malam Hari

Waktu Masa Inkubasi Telur Ayam

Waktu Masa Inkubasi Telur Ayam

Setelah telur ayam terbentuk, ayam betina akan mendorong telur keluar melalui kloaka dan dipanaskan oleh ayam betina selama 21 hari sebelum menetas. Proses pemanasan ini disebut sebagai masa inkubasi. Selama inkubasi, bagian dalam telur akan dipanaskan hingga mencapai suhu 37,7 ° C. Masa inkubasi tersebut sangat penting karena memungkinkan benih ayam mengalami proses pembentukan dan perkembangan sehingga mampu menetas.

Makanan Tambahan Ayam Selama Waktu Masa Inkubasi

Makanan Tambahan Ayam Selama Waktu Masa Inkubasi

Selama masa inkubasi, diperlukan perawatan khusus terhadap ayam dan telurnya agar proses inkubasi berjalan lancar dan hasil dari telur yang dihasilkan akan lebih baik. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah pemberian makanan tambahan selama masa inkubasi tersebut. Makanan tambahan yang diberikan dapat berupa jagung, kacang hijau, atau dedak dalam jumlah terbatas agar si ayam betina tidak kelebihan porsi makanannya.

Cara Membedakan Telur Ayam Segar atau Tidak

Cara Membedakan Telur Ayam Segar atau Tidak

Setelah mengetahui bagaimana proses terbentuknya telur ayam, ternyata ada cara mudah yang dapat dilakukan untuk membedakan telur ayam segar atau tidak. Caranya yaitu dengan menguji daya apung telur tersebut. Jika telur ayam segar dicelupkan ke dalam air maka telur tersebut akan tenggelam. Sedangkan jika telur sudah kadaluarsa atau tidak segar, maka telur tersebut akan terapung. Hal ini disebabkan oleh adanya udara di dalam kulit telur yang semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Telur yang sudah tidak segar akan memiliki udara yang lebih banyak di dalam kulit telur.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai telur ayam yang mungkin belum kamu tahu sebelumnya. Selain sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan, telur ayam juga memiliki proses pembentukan yang menarik. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan kamu mengenai telur ayam.

Baca juga  Ayam Penyet Surabaya Bandung

Baca tulisan lainnya seputar Telur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *