Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan pada Makanan

Posted on

jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan

Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan pada Makanan – Umumnya, hidangan cepat saji serta makanan kemasan menggunakan beragam zat tambahan untuk meningkatkan cita rasa serta kualitas tampilannya. Bahkan, juga untuk memperpanjang masa simpan di toko.

Walaupun demikian, berbagai zat aditif ini dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan. Di bawah ini akan kami ulaskan mengenai beragam zat aditif pada makanan yang paling umum dipakai, beserta risiko yang mungkin ditimbulkannya.

Lantas, apa saja zat aditif tersebut? Yuk, langsung saja simak ulasan artikel mengenai jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan yang sudah caraprofesor.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan pada Makanan

jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan

1. MSG

MSG (monosodium glutamat) atau yang biasa dikenal mecin merupakan zat aditif yang dipakai sebagai penyedap rasa makanan. Selain pada hidangan cepat saji serta makanan kemasan, masakan rumahan pun kerap juga ditambahkan mecin supaya rasanya semakin lezat.

Efek MSG terhadap kesehatan hingga sekarang ini masih menjadi topik perdebatan hangat. Sejumlah pakar mengungkapkan bahwa mecin dapat mengakibatkan masalah pada kerja otak serta saraf sehingga menyebabkan Anda menjadi “lemot“.

Kebanyakan mengonsumsi mecin juga dinilai kuat sebagai penyebab Anda kerap mual-mual dan sakit kepala, sebagai gejala Chinese Restaurant Syndrome. Sedangkan, beberapa riset lain tidak menemukan hubungan khusus antara konsumsi MSG dengan masalah kesehatan.

Terlepas dari berdebatan mengenai bahaya MSG, FDA telah mengungkapkan MSG merupakan zat tambahan makanan yang aman dipakai. Keputusan FDA ini telah disetujui juga oleh Kementerian Kesehatan RI, Food and Agriculture Organization (FAO), dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Makanan Korea Halal

jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan

2. Pewarna Buatan

Pewarna buatan merupakan zat aditif pada makanan yang digunakan untuk mempercantik penampilan. Makanan yang memiliki warna cerah serta segar akan menarik minat konsumen untuk membeli.

Tetapi, tidak seluruh pewarna makanan aman dipakai. Sejumlah riset mengungkapkan bahwa pewarna buatan bisa meningkatkan hiperaktivitas pada anak dengan ADHD serta kecenderungan alergi anak.

Selain itu, sejumlah pewarna makanan buatan dinilai kuat mampu menyebabkan kanker. Contohnya, allura red alias Red 40, biru berlian (Blue 1), serta pewarna karamel.

Merah 3, atau diketahui sebagai eritorisin, terbukti mampu meningkatkan risiko tumor tiroid. Walaupun baru sebatas riset pada hewan, peneliti percaya bahwa efeknya kemungkinan besar sama apabila dikonsumsi oleh manusia.

Sebaiknya untuk memilih makanan tanpa pewarna buatan, atau manfaatkan perwarna dari bahan-bahan alami (seperti daun suji untuk warna hijau) guna mencegah risiko munculnya penyakit.

jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan

3. Natrium Nitrit

Natrium nitrit adalah zat pengawet dalam daging olahan yang dipakai untuk menghindari pertumbuhan bakteri. Tidak hanya itu, zat aditif pada makanan ini juga menjadikan daging kalengan tampak pink kemerahan seperti daging segar serta menambah rasa asin.

Sayangnya apabila terpapar suhu panas yang cukup tinggi, zat ini bisa berubah bentuk menjadi nitrosamin. Nitrosamin diketahui sebagai zat yang menyebabkan kanker payudara, kanker usus besar, kanker kandung kemih, serta juga kanker perut.

Oleh karena itu, usahakan Anda mengonsumsi serta mengolah daging segar sendiri. Hal ini bertujuan untuk menurunkan risiko penyakit kanker.

Baca Juga: Makanan Awetan Hewani

4. Sirup Jagung Tinggi Fruktosa

Sirup jagung fruktosa adalah pemanis buatan yang kerap terkandung dalam jus, soda, sereal, permen, serta beragam makanan ringan. Sebuah riset mengungkapkan bahan ini mampu meningkatkan risiko diabetes serta obesitas apabila kerap dikonsumsi dalam porsi berlebihan.

Tidak hanya itu, zat yang satu ini juga bisa menyebabkan peradangan dalam sel yang dapat memicu beragam penyakit serius seperti kanker serta penyakit jantung. Riset juga mengungapkan bahwa pemanis ini tidak memiliki kandungan vitamin serta mineral yang diperlukan tubuh.

Sebagai gantinya, pilih minuman serta makanan yang tidak mengandung gula buatan tambahan. Sebagai pengganti gula yang lebih sehat, Anda dapat menambahkan madu murni.

5. Pemanis Buatan

Pemanis buatan seperti sakarin, aspartam dan lainnya banyak dipakai dalam minuman serta makanan manis rendah kalori. Riset menunjukan bahwa pemanis buatan mampu membantu mengelola kadar gula darah di dalam tubuh serta membantu menurunkan berat badan.

Konsumsi pemanis buatan secara berlebihan juga belum tentu baik untuk kesehatan, walaupun umum dipakai sebagai pengganti gula pasir yang lebih sehat. Guna mencegah risiko masalah, para ahli menyarankan pemanis buatan dikonsumsi tetap sewajarnya saja. sklice 0.5% ivermectin

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Vitamin E

6. Natrium Benzoat

Natrium benzoat merupakan zat aditif pada minuman bersoda dan makanan asam. Badan keamanan obat serta pangan milik Amerika Serikat, FDA, sudah mengungkapkan bahwa natrium benzoat aman untuk dikonsumsi.

Walau demikian, sejumlah riset menunjukkan campuran pewarna makanan buatan dengan natrium benzoat bisa meningkatkan kecenderungan hiperaktivitas pada anak.

Tidak hanya itu, natrium benzoat yang dicampurkan dengan vitamin C juga bisa berubah menjadi benzena. Benzena sendiri adalah zat yang mampu meningkatkan risiko kanker.

Oleh karena itu, sebaiknya teliti sebelum membeli. Jangan mengonsumsi makanan serta minuman yang memiliki kandungan natrium benzoat, asam benzoat, benzena, atau benzoat yang dicampurkan dengan vitamin C seperti asam askorbat atau asam sitrat.

7. Perasa Buatan

Sejumlah minuman serta makanan kemasan dengan embel-embel “rasa asli” tidak jarang memperoleh rasanya dengan bantuan perasa buatan. Riset yang dikerjakan pada hewan membuktikan bahwa perasa buatan ini mempunyai sejumlah efek negatif terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Sebuah riset yang dikutip dari Healthline mengungkapkan bahwa sesudah diberikan perasa buatan selama tujuh hari berturut-turut, produksi sel darah merah pada tikus dapat berkurang.

Tidak hanya itu, perasa buatan tertentu seperti stroberi serta coklat mempunyai efek racun pada sel sumsum tulang. ivermectin topical paste guinea pigs Sedangkan untuk perasa anggur, plum, dan jeruk mampu mengganggu pembelahan sel serta mempunyai efek racun bagi sumsum tulang. Tetapi, masih diperlukan riset lebih lanjut guna melihat efeknya pada manusia.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi konsumsi makanan dengan perasa buatan. Untuk dapat menikmati rasa aslinya, usahakan Anda membeli minuman  serta makanan yang diracik memakai bahan-bahan alami.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Saat Diet

8. Lemak Trans

Lemak trans (trans fat) adalah minyak sayur terhidrogenasi yang umumnya dijumpai dalam biskuit, margarin, pop corn, makanan yang digoreng, sampai krimer. Beragam riset sudah membuktikan bahwa lemak trans mampu meningkatkan kolesterol jahat LDL yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi konsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak trans. Tidak hanya itu, manfaatkan jenis minyak nabati lain yang lebih aman untuk memasak seperti minyak kanola, minyak zaitun serta minyak biji bunga matahari.

Baca Juga: Makanan agar Haid Cepat Keluar

Batasi Konsumsi Makanan yang Mengandung Zat Tambahan

Tidak hanya berbagai zat aditif di atas, sebenarnya masih ada banyak lagi zat kimia lainnya yang dicampurkan ke dalam makanan cepat saji. Semakin banyak porsi yang Anda konsumsi dan berbagai jenisnya, semakin tinggi juga risikonya untuk kesehatan. spinosad ivermectin for lice diy

Oleh karena itu, sebaiknya untuk membatasi konsumsi makanan olahan serta kemasan yang banyak memiliki kandungan zat aditif. Siasati dengan mengolah sendiri memakai bahan-bahan alami dan segar. Guna menguatkan rasa, Anda dapat beragam rempah penyedap dibanding menggunakan garam atau MSG.

Itulah berbagai jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan yang perlu Anda ketahui. Semoga ulasan artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda dan semakin menambah wawasan pengetahuan Anda seputar kesehatan.