Jenis Jamur Dan Peranannya Yang Sesuai Kecuali

Posted on

Jamur yang tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan, namun kini telah ditemukan sebagai biomaterial, obat-obatan, juga sebagai lingkungan bagi beberapa jenis tanaman, terbagi ke dalam empat kelas jamur yaitu zygomycota, ascomycota, basidiomycota, dan deuteromycota.

Jamur Zygomycota

jamur zygomycota

Jamur zygomycota umumnya ditemukan pada bahan organik, seperti sisa-sisa makanan, kertas, kayu dan batuan. Ada banyak jenis jamur zygomycota, beberapa yang paling umum adalah Rhizopus, Mucor dan Absidia, dimana kebanyakan terdapat di tanah, makanan dan air. Namun, beberapa jenis zygomycota dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia, hewan, dan tanaman.

Dalam industri, beberapa jenis jamur zygomycota telah dimanfaatkan untuk produksi etanol dan asam laktat. Kelas ini juga digunakan dalam pembuatan kapas dalam bentuk jamur tempe. Dalam hal ini jamur ini disebut Rhizopus spp, dan sangat berguna dalam volatilisasi makronutrien tanaman.

Jamur Ascomycota

jamur ascomycota

Jamur ascomycota adalah kelompok jamur besar yang paling banyak dipelajari. Mereka ditemukan di dalam tanah, di laut, dan di tempat-tempat lain yang lembap. Beberapa yang paling umum adalah jamur kapang dan khamir. Mereka dapat menghasilkan pigmen warna-warni, misalnya penicillin biru pada khamir Penicillium. Kelas ini juga digunakan dalam produksi tempe dan miso.

Selain itu, jamur ascomycota dapat dimanfaatkan untuk produksi biomaterial, terutama untuk produksi glikodan. Produksi glikodan dari jamur ini sangat cocok digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai produk pangan. Adapun pemanfaatan dari spesies jamur ascomycota sebagai sumber minyak juga sudah banyak dilakukan di laboratorium.

Jamur Basidiomycota

jamur basidiomycota

Jamur basidiomycota adalah kelompok jamur dengan tubuh buah yang terlihat seperti cendawan. Beberapa yang paling umum adalah jamur gonggong dan jamur kuping. Kelas ini banyak digunakan dalam produksi tempe, kecap dan miso. Ada beberapa penelitian tentang potensi produksi biomaterial dari jamur ini.

Baca juga  Jamur Beracun Di Indonesia

Beberapa jenis jamur basidiomycota seperti Agaricus bisporus dan Pleurotus ostreatus dapat digunakan sebagai sumber pangan. Selain itu, produk-produk dari kelompok ini digunakan dalam penelitian terkait produksi obat-obatan baru.

Jamur Deuteromycota

jamur deuteromycota

Jamur deuteromycota adalah kelompok jamur yang paling menguntungkan dalam bidang pengobatan. Keluarga ini mengandung banyak jenis jamur patogen yang menyebabkan infeksi pada manusia, hewan, dan tanaman. Misalnya, beberapa jenis jamur ini digunakan dalam pengobatan penyakit kulit, seperti dekubitus dan tinea versicolor. Mereka juga digunakan dalam produksi obat-obatan baru.

Sejauh ini, kelompok jamur deuteromycota belum banyak dimanfaatkan dalam produksi biomaterial. Hanya beberapa studi awal yang telah dilakukan tentang potensi penggunaannya dalam produksi biomaterial baru.

Dalam kesimpulannya, keempat kelas jamur tersebut memiliki potensi pengembangan yang berbeda-beda. Adanya penemuan-penemuan baru tentang khasiat dari masing-masing kelompok jamur diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi, terutama dalam bidang farmasi dan industri pangan.

Temukan artikel lainnya seputar Sayur-sayuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *