Jagung Sorgum

Posted on

Tanaman sorgum semakin populer di kalangan petani karena dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan sebagai bahan baku makanan serta biofuel. Budidaya tanaman sorgum memang masih tergolong langka di Indonesia, namun semakin banyak petani yang mulai tertarik untuk mengembangkannya.

Sebelum memulai budidaya sorgum, ada baiknya kita mengenal lebih dulu tentang tanaman ini. Sorgum, atau biasa disebut juga dengan Sorghum bicolor, merupakan tanaman biji-bijian yang berasal dari Afrika. Tanaman sorgum sering dipandang sebelah mata karena lebih dikenal sebagai pakan ternak. Namun, sebenarnya sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan manusia.

Sorgum memiliki beberapa jenis, antara lain sorgum masak, sorgum ketan, sorgum manis, dan sorgum kering. Sorgum yang paling sering dibudidayakan di Indonesia adalah sorgum ketan dan sorgum kering. Sorgum ketan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan ketan sorgum atau tradisionalnya dikenal sebagai “bugisan”. Sementara itu, sorgum kering dapat dimanfaatkan sebagai pengganti beras atau digunakan sebagai bahan baku pembuatan olahan sorgum, seperti gula sorgum, tepung sorgum, dan sebagainya.

Untuk memulai budidaya sorgum, pertama-tama kita harus memilih bibit yang baik dan benar-benar berkualitas. Bibit dapat diperoleh dari penjual bibit atau bisa juga dengan menyiapkan bibit sendiri dengan cara memotong tangkai sorgum yang telah matang dan mengeluarkan biji-bijiannya. Selanjutnya, bibit ditanam pada lahan yang telah disiapkan dengan baik.

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya sorgum harus dipersiapkan dengan benar agar pertumbuhan tanaman dapat optimal. Lahan harus dicangkul hingga kedalaman sekitar 15 cm, kemudian diberi pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Setelah itu, lahan harus diratakan dan dibuat bedengan dengan jarak antar bedengan sekitar 80-100 cm.

Baca juga  Alat Pemipil Jagung

Setelah lahan siap, bibit sorgum ditanam dengan jarak tanam sekitar 20-30 cm pada bedengan. Sebaiknya tanam sorgum dilakukan pada saat musim penghujan agar pertumbuhan tanaman dapat optimal. Jangan lupa untuk memberikan pupuk tambahan pada saat tanaman mulai tumbuh agar pertumbuhan tanaman lebih cepat dan subur.

Selama proses budidaya, tanaman sorgum membutuhkan perawatan yang tepat. Pertama, pastikan tanaman sorgum terhindar dari serangan hama dan penyakit. Jika terdapat serangan hama atau penyakit, bisa dilakukan dengan cara penyemprotan pestisida atau obat-obatan organik. Kedua, pastikan tanaman sorgum selalu tercukupi dengan air. Jika daerah yang digunakan untuk budidaya sorgum tidak memiliki akses air yang cukup, sebaiknya dilakukan pengairan setiap 2-3 hari sekali.

Ketika tanaman sorgum telah matang, biasanya setelah 3-4 bulan ditanam, kita dapat mulai memanen tanaman sorgum. Caranya dengan memotong malai sorgum dengan gunting. Setelah itu, malai sorgum dikeringkan dan biji-bijiannya dapat diambil dan siap untuk diolah lebih lanjut.

Dengan budidaya tanaman sorgum, kita tidak hanya dapat memperoleh hasil yang baik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan. Sorgum dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif, seperti biofuel, yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Selain itu, penggunaan sorgum sebagai bahan makanan dapat membantu mengurangi ketergantungan kita pada impor bahan pangan.

Sebagai kesimpulan, budidaya sorgum dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Meskipun masih tergolong langka di Indonesia, semakin banyak petani yang memperoleh hasil yang baik dengan menanam sorgum. Selain manfaat bagi kesehatan dan ketersediaan pangan, budidaya sorgum juga memberikan kontribusi bagi lingkungan melalui penggunaan biofuel yang lebih ramah lingkungan.

Baca postingan lainnya seputar Sayur-sayuran

Baca juga  Cara Membuat Alat Pemipil Jagung Manual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *