Jadwal Makan Bayi Umur 6 Bulan Menurut Dokter Anak

Hai Bunda, si kecil sudah berusia 6 bulan? Wah, berarti sudah mau waktunya mempersiapkan makanan pendamping ASI nih. Selain menyiapkan makanan pendamping ASI, Bunda juga harus tahu lho bagaimana jadwal makan bayi 6 bulan pertama. Jika Bunda baru pertama kali mempersiapkan makanan pendamping ASI untuk si kecil, ini dia jadwal makan bayi 6 bulan ke atas yang bisa dicoba.

Saat Si Kecil hendak mendapatkan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang pertamanya, yang harus bunda lakukan bukan hanya menyiapkan peralatan dan menu makannya. Bunda juga wajib mengatur jadwal makan bayi 6 bulan agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Salah satu tujuan membuat jadwal makan Si Kecil adalah mengenalkan rasa lapar dan kenyang pada bayi, setelah sebelumnya bayi dapat minum ASI atau susu formula sesuai keinginannya. Rasa lapar ini sangat terkait dengan masa pengosongan lambung. Pada bayi tanpa masalah kesehatan apa pun, waktu pengosongan lambung 50 persen adalah 75 menit untuk makanan cair dan 100 menit untuk makanan padat. Seiring dengan pertambahan usia bayi, massa pengosongan lambung ini akan semakin singkat atau cepat sehingga anak butuh makanan padat yang lebih banyak atau lebih sering.

Contoh jadwal makan bayi 6 bulan

Sebelum bunda menyusun jadwal makan bayi pada umur 6 bulan, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh bunda terkait pemberian MPASI pertama bayi sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Yang pertama, jumlah energi tambahan yang diperlukan bayi dari makanan tambahannya adalah 200 kalori per hari. Jumlah pemberian MPASI tiap kali makan adalah 2 sampai dengan 3 sendok makan dengan tekstur MPASI berupa makanan yang dilumatkan hingga semikental (puree). IDAI sendiri sangat merekomendasikan pemberian makan sebanyak dua kali sehari.

Jadwal Makan bayi usia 6-8 bulan

  • Pukul 06.00: ASI
  • Pukul 08.00: pemberian MPASI 1
  • Pukul 10.00: ASI
  • Pukul 12.00: ASI
  • Pukul 14.00: ASI
  • Pukul 16.00: pemberian MPASI 2
  • Pukul 18.00: ASI.

Di awal masa MPASI, bayi masih beradaptasi dengan makanan padat pertamanya sehingga IDAI tidak merkomendasikan pemberian makanan selingan atau snack. Pemberian Selingan atau snack baru bisa diberikan pada bayi ketika bayi sudah mulai nyaman dengan MPASI-nya, misalnya pada minggu kedua pemberian MPASI.Pada bayi yang sudah pada tahap ini. Agar bayi lebih bersemangat, bunda bisa coba memberikan menu MPASI 6 bulan yang berbeda. Berikut panduan jadwal MPASI bayi 6 bulan yang baru mulai belajar makan untuk bunda :

  • Pukul 06.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul00: Makan pagi dengan makanan yang berbentuk lumat dan halus agar mudah di cerna
  • Pukul 10.00: ASI (Air Susu Ibu) atau makanan selingan, seperti buah yang bertekstur lembut
  • Pukul00: Makan siang dengan makanan yang lembut agar mudah dicerna
  • Pukul 14.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul 16.00: Makanan selingan atau snack
  • Pukul 18.00: Makan malam dengan makanan yang berbentuk lumat seperti bubur
  • Pukul 20.00: ASI (Air Susu Ibu), yang bisa diberikan per jam dengan jumlah tergantung dengan kebutuhan bayi
  • Pukul 22.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul 24.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul 03.00: ASI (Air Susu Ibu)

ASI yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi bunda . Selain mulai belajar makan MPASI sesuai jadwal, bayi yang berusia 6 sampai dengan  usia 24 bulan juga masih tetap membutuhkan ASI bila memungkinkan.

Bagi bayi yang berusia 6 bulan atau baru mulai belajar makan MPASI, bunda bisa tetap memberikan ASI sesuai jadwal pada pukul 22.00, 24.00, dan 03.00.

Selain itu, pemberian ASI di jam 24.00 dan 03.00 boleh diberikan boleh juga tidak. Jika bayi sedang tertidur lelap, pemberian ASI pada malam dan dini hari juga bisa tidak dilakukan.

Sebaliknya, jika tanda bayi lapar  terlihat dan masih ingin menyusu, bunda bisa memberikan ASI sesuai dengan jadwal MPASI bayi 6 bulan.

Jadwal MPASI bayi usia 9-11 bulan

Jadwal makan makanan pendamping ASI (MPASI) bayi usia 6 bulan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan usianya sudah di atas 6 bulan.

Namun, tetap ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan pada jadwal makan pada MPASI bayi.

Begini jadwal makan MPASI yang bisa bunda terapkan untuk bayi di usia 9-11 bulan:

  • Pukul 06.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul 08.00: Makan pagi dengan MPASI yang dicincang halus, dan kasar, maupun finger food
  • Pukul 10.00: ASI (Air Susu Ibu) atau makanan selingan, misalnya buah yang sudah dicincang kasar dan berukuran kecil
  • Pukul 12.00: Makan siang dengan MPASI yang dicincang halus, dan kasar, maupun finger food
  • Pukul 14.00: ASI
  • Pukul 16.00: Makanan selingan atau snack, misalnya buah yang sudah dicincang kasar dan berukuran kecil
  • Pukul 18.00: Makan malam dengan MPASI yang dicincang halus, dan kasar, maupun finger food
  • Pukul 20.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul 22.00: ASI (Air Susu Ibu)
  • Pukul 24.00: ASI (Air Susu Ibu)

Jika bayi tidak lagi mendapatkan ASI (Air Susu Ibu), bunda bisa memberikan susu formula bayi sebagai penggantinya.

Pentingnya mengatur jadwal MPASI bayi 6 bulan

Kebutuhan gizi si Kecil harus terpenuhi dengan baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi usia nol sampai memasuki usia 6 bulan hanya memperoleh makanan sekaligus minuman dari ASI atau disebut sebagai ASI eksklusif.

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi yang mudah dicerna dan sesuai dengan kebutuhannya.

Pada saat bayi berusia enam bulan, sistem pencernaannya sudah siap mengolah makanan selain ASI. Oleh sebab itu, bayi sudah diperbolehkan makan, Makanan Pendamping Asi (MPASI).

Jadwal makan MPASI bayi enam bulan ini sangat perlu dibuat agar sang buah hati dapat beradaptasi dengan perubahan jenis makanannya.

Jadi, bayi tidak akan kaget saat akan mulai belajar makan sehingga tidak mengganggu sistem pencernaannya. Selain itu, menjalani jadwal makan bayi 6 bulan secara teratur juga akan memudahkan bayi untuk mengerti tanda lapar dan kenyang.

Dengan adanya jadwal makan untuk bayi 6 bulan ini, buah hati bunda juga akan mulai terbiasa untuk mengurangi kebiasaan ngemil anak yang terlalu sering.

Pada dasarnya memberikan makanan camilan untuk bayi tentu tidak masalah asalkan sesuai dengan jadwal makan MPASI di usia 6 bulan ini.

Jika pemberian makanan cemilan untuk bayi tidak sesuai dengan waktu makan MPASI, bayi yang kini berusia 6 bulan bisa tidak lapar saat jadwalnya makan makanan utama.

Padahal, makanan utama memiliki kandungan zat gizi yang tinggi dan beragam sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan harian bayi.

Makanan utama bisa terdiri dari asupan karbohidrat bagi bayi, protein untuk bayi, lemak untuk bayi, asupan erat hingga mineral untuk bayi dan vitamin untuk bayi.

Selain itu, membuat jadwal makan MPASI bayi 6 bulan juga dapat membiasakan orangtua untuk memberikan makan tepat waktu.

Tips Sukses Memulai Pemberian MPASI

Berikut adalah beberapa tips dalam pemberian MPASI yang masuk ke dalam jadwal makan bayi 6 bulan:

  • Jika bayi menolak MPASI yang Bunda berikan, cobalah menunggu beberapa menit atau beberapa hari. Bila bayi tetap tidak tertarik, Bunda tidak perlu cemas, karena pada periode ini, MPASI masih merupakan makanan pelengkap dan bukan asupan utama untuk bayi.
  • Jika Bayi sudah mau mengonsumsi satu jenis MPASI, tunggulah hingga 3 hari sebelum memperkenalkan jenis MPASI yang lain. Dalam rentang waktu ini diperlukan untuk melihat apakah bayi memiliki alergi terhadap makanan tersebut.
  • Pada saat memperkenalkan MPASI, Bunda bisa mencampur buah ataupun sayur yang sudah dilumatkan dengan ASI. Pencampuran ini bertujuan agar tekstur MPASI menjadi lebih lunak atau tidak keras lagi sehingga mudah untuk dicerna oleh bayi.
  • Agar MPASI lebih kaya akan rasa, Bunda bisa menambahkan sedikit garam dan gula di dalamnya.
  • Sewaktu memberikan MPASI, Bunda boleh menyuapi air putih sebagai selingan, untuk membantu bayi menelan makanannya.
  • Hindari memberikan madu atau susu sapi pada bayi. Keduanya makanan utu baru boleh diberikan saat bayi sudah berusia 1 tahun.
  • Telitilah dengan panduan menu MPASI yang banyak beredar di sekitar kita, misalnya MPASI 4 Bintang . Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau dokter anak untuk memastikan keamanan panduan ini.

Selain melakukan tips atau cara di atas, Bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk merencanakan jadwal makan bayi 6 bulan dan jenis makanan apa saja yang baik untuk diberikan saat memperkenalkan MPASI. Selain itu, ingatlah untuk tetap mengawasi bayi saat  makan, agar ia tidak tersedak

Aturan jadwal makan MPASI untuk bayi Mulai usia 6 bulan

jadwal makan bayi

Meski sudah tidak lagi mendapatkan ASI setiap waktu, bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas tetap membutuhkan ASI di dalam asupan kesehariannya..

Dengan catatan, produksi ASI ibu masih berjalan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keseharian bayi. Pemberian ASI harus didampingi dengan makanan lain saat usia bayi genap 6 bulan, karena ada peningkatan pada kebutuhan harian si kecil.

Seiring bertambahnya usia bayi yang telah mencapai 6 bulan, kebutuhan gizi harian bayi semakin meningkat.

Bila pemberian ASI tetap dilanjutkan tanpa adanya makanan pendamping, dikhawatirkan tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi keseharian bayi.

Itulah mengapa makanan pendamping ASI (MPASI) harus mulai diperkenalkan saat usia bayi 6 bulan sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter.

Selain itu, pemberian makan MPASI sesuai jadwal juga bertujuan agar melatih perkembangan kemampuan bayi dalam menerima berbagai macam makanan.

Keterampilan bayi dalam mengunyah dan menelan makanan juga akan ikut terlatih dengan pemberian jadwal MPASI sejak 6 bulan ini secara teratur.

Di samping memahami jadwal pemberian makan MPASI sejak 6 bulan untuk bayi, Bunda juga perlu tahu porsi, frekuensi, serta tekstur makanan yang baik sesuai usianya saat ini untuk bayi.

Begini aturan makan bayi pada jadwal MPASI sesuai dengan usia bayi menurut WHO :

Kenali porsi dan frekuensi makanan bayi

Perbedaan porsi dan frekuensi makanan bayi sesuai perkembangan usia bayi yakni:

Usia 6-8 bulan

Pada awal pemberian makanan bayi, coba lakukan secara bertahap.

Bunda bisa mulai memberikan makan MPASI dengan jadwal 2 sampai 3 kali per hari untuk bayi usia 6 sampai 8 bulan.

Porsi makan bayi yang usia 6 sampai 8 bulan yakni 2 sampai 3 sendok makan untuk makanan utama bayi sesuai jadwal. Lama-kelamaan tingkatkan asupan sang bayi hingga ½ mangkuk berukuran ukuran 250 mililiter (ml).

Selebihnya, coba berikan sekitar 1 sampai 2 kali makanan selingan atau camilan (snack) sesuai dengan jadwal makan MPASI dan keinginan bayi.

Usia 9-11 bulan

Frekuensi makan MPASI sang buah hati sesuai jadwal di rentang usia 9 sampai 11 bulan umumnya sudah mengalami peningkatan hingga mencapai 3 sampai 4 kali sehari untuk makanan utama.

Selain makanan utama, Bunda juga bisa memberikan makanan selingan atau camilan di sela-sela jadwal makan MPASI bayi dengan frekuensi 1 sampai 2 kali sesuai dengan nafsu makannya.

Berbeda dengan usia sebelumnya, di usia 9 sampai 11 bulan ini porsi makan bayi yakni ½ sampai dengan ¾ mangkuk berukuran 250 ml dengan waktu makan tidak lebih dari 30 menit.

Usia 12-24 bulan

Ketika usia bayi telah mencapai 12 sampai 24 bulan, jadwal makan MPASI setiap harinya tetap sama seperti saat usianya 9 sampai 11 bulan yaitu 3 sampai 4 kali sehari untuk makanan utama.

Begitu pula untuk makanan selingan atau camilan di usia 12 sampai 24 bulan ini yang bisa mencapai 1 sampai 2 kali dalam sehari tergantung nafsu makan bayi.

Porsi makan bayi usia 12 sampai 24 bulan yang meningkat hingga ¾ sampai dengan 1 mangkuk berukuran 250 ml. Jadwal makan MPASI bayi usia 12 sampai 24 bulan yaitu 3 sampai 4 kali sehari untuk makanan utama dengan 1 sampai 2 kali dalam sehari untuk makanan selingan atau camilan.

Perkenalkan bayi dengan berbagai tekstur makanan secara bertahap

jadwal makan bayi

Untuk bayi usia 6 sampai 8 bulan, variasi makanan MPASI di setiap jadwal makannya harus memiliki tekstur yang lembut dan lumat agar mudah di cerna oleh bayi . Perhatikan juga berbagai jenis makanan yang bunda sajikan kepada buah hati.

Sebaiknya perkenalkan sang buah hati dengan aneka jenis makanan secara bertahap, mulai dari karbohidrat, serat, protein, lemak, hingga vitamin dan mineral.

Sumber karbohidrat yang bisa bunda perkenalkan kepada buah hati misalnya nasi, kentang, pasta, ubi, dan lainnya.

Campurkan makanan berkarbohidrat dengan sumber protein dan lemak contohnya daging sapi, daging ayam, hati sapi, hati ayam, telur, keju, dan lainnya kepada buah hati.

Sementara sumber vitamin dan mineral juga bisa berasal dari sayuran dan buah.

Seiring bertambahnya usia buah hati, ia mulai boleh makan makanan yang dicincang halus, dicincang kasar, maupun finger food (makanan seukuran jari).

Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),  tekstur makanan tersebut biasanya diberikan saat buah hati berusia 9 sampai dengan 11 bulan.

Sampai akhirnya buah hati benar-benar bisa makan makanan tekstur keluarga dicampur dengan tekstur yang lumat dan cincang mulai usia 12 bulan.

Terapkan aturan jadwal makan bayi sejak dini

Pada jadwal makan MPASI 6 bulan pastikan buah hati duduk tegak di kursi makan bayi. Perhatikan setiap sendok makanan yang diberikan, jangan terlalu banyak karena nantinya akan berantakan dan terbuang sia sia.

Sebaiknya berikan makanan sedikit demi sedikit, tapi cukup bisa ditelan oleh bayi. Saat Bunda menghadapkan sendok ke mulut bayi lihat bagaimana responsnya.

Bila buah hati tidak membuka mulutnya, berarti bayi belum siap untuk merasakan makanan, mungkin bunda butuh taktik agar mulut bayi terbuka.

Jangan paksakan sendok masuk ke mulut buah hati. Buah hati yang susah makan  dan mudah tersedak atau muntah, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter anak.

Ini karena hal tersebut dapat mengarah ke masalah gizi pada buah hati. Hindari makan sambil bermain dan menonton TV dan usahakan waktu makan tidak lebih dari 30 menit karena makanan sudah dingin.