Gerak Pecahnya Kulit Buah Kacang Panjang Merupakan Contoh Gerak

Posted on

Apakah kamu tahu bahwa tumbuhan juga dapat melakukan gerakan? Salah satu gerakan yang dimiliki oleh tumbuhan adalah gerak higroskopis. Gerak ini terjadi karena adanya perubahan kadar air pada tumbuhan. Salah satu contoh gerak ini adalah pecahnya kulit buah polong-polongan seperti yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Kulit Buah Polong-Polongan yang Pecah

Contoh gerak higroskopis pada kulit buah polong-polongan

Perhatikan pada gambar di atas bahwa ketika kulit buah polong-polongan ini pecah, maka biji-biji yang ada di dalamnya pun ikut terlepas. Hal ini terjadi karena kulit buah yang kering sudah tidak dapat menahan biji-biji dalamnya yang terus mengembang karena penyerapan air.

Gerak higroskopis biasanya terjadi pada bagian-bagian tumbuhan yang mengandung selulosa. Selulosa adalah senyawa kimia yang menjadi penyusun dinding sel pada tumbuhan. Ketika selulosa dalam keadaan kering, maka ia dapat menarik air dari lingkungannya dan menyimpannya di dalam dinding sel. Ketika ada penambahan air, selulosa akan mengembang dan menyebabkan dinding sel juga mengembang. Inilah yang menyebabkan terjadinya gejala gerak higroskopis pada tumbuhan.

Contoh Gerak Higroskopis pada Tanaman Eceng Gondok

Contoh gerak higroskopis pada tanaman eceng gondok

Tanaman eceng gondok juga memiliki gerak higroskopis yang sangat menarik untuk diamati. Pada bagian daunnya, terdapat sel-sel yang membentuk struktur yang mirip dengan jaring-jaring. Ketika daun ini kekurangan air, maka sel-sel ini akan mengkerut dan menyebabkan daun menjadi terlihat kering dan layu. Namun ketika daun ini dipasang pada air, maka sel-sel tersebut akan memperoleh air dan mengembang kembali sehingga daun pun kembali segar dan meregang.

Baca juga  Kentang Merupakan Salah Satu Jenis Bahan Pangan Yang Berupa

Keberadaan dari gerak higroskopis pada tumbuhan memiliki berbagai macam kegunaan. Beberapa tumbuhan dapat menggunakan gerak higroskopis untuk membantu penyebaran biji. Misalnya pada tanaman Impatiens yang memiliki kantung biji yang dapat meledak untuk melemparkan biji-biji jauh-jauh. Selain itu, gerak higroskopis juga dapat membantu tumbuhan dalam menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk melakukan fotosintesis.

Gerak Tropisme pada Tumbuhan

Selain gerak higroskopis, tumbuhan juga memiliki gerak tropisme. Gerak tropisme adalah gerak yang terjadi sebagai respons terhadap stimulus lingkungan seperti cahaya dan gravitasi. Ada dua jenis gerak tropisme pada tumbuhan, yaitu fototropisme dan geotropisme.

Fototropisme

Fototropisme adalah gerak tropisme yang terjadi sebagai respons terhadap cahaya. Pada umumnya, tunas tumbuhan akan selalu bergerak atau tumbuh ke arah sumber cahaya. Ini bertujuan untuk memaksimalkan penerimaan sinar matahari dan melakukan fotosintesis dengan baik. Beberapa contoh tumbuhan yang memiliki gerak fototropisme yang khas yaitu kacang hijau dan kacang-kacangan lainnya. Ketika kacang tersebut diletakkan di dalam gelap, maka tunasnya akan bergerak ke atas untuk mencari cahaya.

Geotropisme

Geotropisme adalah gerak tropisme yang terjadi sebagai respons terhadap gravitasi atau gaya tarik bumi. Akar tumbuhan selalu merespons gaya tarik bumi dengan tumbuh ke bawah, sedangkan tunas tumbuhan selalu merespons gaya tarik bumi dengan tumbuh ke atas. Dalam hal ini, tunas tumbuhan akan melakukan gerakan yang sering disebut dengan gerakan gravitropisme. Beberapa contoh tumbuhan yang memiliki gerakan gravitropisme yang khas yaitu wortel dan umbi-umbian lainnya.

Dalam kondisi normal, tumbuhan akan melakukan gerakan tropisme dengan baik. Namun, ketika kondisi lingkungan tidak mendukung seperti adanya hambatan atau cahaya yang kurang memadai, maka gerakan tropisme pada tumbuhan akan mengalami kegagalan. Misalnya pada saat tumbuhan menumbuhkan akar-akarnya di dalam tanah, ketika ada batu besar yang menghalangi, maka akar tersebut tidak dapat tumbuh lurus ke bawah.

Baca juga  Cara Menanam Labu Siam Agar Cepat Berbuah

Kesimpulan

Kehidupan tumbuhan sebenarnya sangat menarik untuk diamati dan dipelajari. Tidak hanya memiliki berbagai macam manfaat bagi manusia, tumbuhan juga memiliki gerakan dan respon tertentu terhadap lingkungan di sekitarnya seperti gerak higroskopis, gerak fototropisme, dan gerak gravitropisme. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan wawasan baru bagi kita tentang kehidupan tumbuhan.

Baca tulisan lainnya seputar Sayur-sayuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *