Fakta mengenai paus bungkuk, salah satu mamalia terbesar

Paus bungkuk
Paus bungkuk
image via commons.wikimedia.org

Fakta paus bungkuk mulai dari berat tubuhnya, ukuran panjang, sampai sifat sosialnya yang sangat menakjubkan dengan melindungi mamalia lainnya. Paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) merupakan salah satu hewan terbesar yang ada di lautan. Hampir sama dengan paus biru, paus bungkuk berukuran lebih kecil akan tetapi memiliki kemampuan lompatan yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan jenis paus lainnya. Paus bungkuk memiliki tubuh berwarna biru hitam dengan bagian bawah berwarna pucat atau putih. Sirip ikan paus bungkuk juga sangat panjang, Inilah yang membedakannya dengan jenis paus lainnya. Panjang sirip dari paus bungkuk mencapai hingga 5 meter, dengan total panjang tubuh sekitar 15 meter. Paus bungkuk dewasa memiliki berat badan hingga 35 ton yang menjadikannya salah satu mamalia terbesar di lautan.

 

Ciri-ciri khusus paus bungkuk

Paus bungkuk memiliki mulut yang terdapat 12 hingga 36 alur tenggorokan. Dimana tenggorokan tersebut dapat meluas saat menyaring air laut. Satu lagi yang membuat paus bungkuk berbeda dengan jenis paus lainnya adalah adanya banyak benjolan di bagian kepala bawah paus ini. Terdapat dua lubang sembur di bagian belakang paus bungkuk di mana semburan tersebut dapat mengeluarkan air dengan sangat lebat. Fluke dari ikan paus bungkuk memiliki lekukan yang berbeda di tengah karena biasanya paus bungkuk melakukan penyelaman yang sangat dalam.

Paus bungkuk merupakan jenis ikan paus balin, dimana mereka memiliki saringan seperti piring balin besar yang menggantung dari bagian dalam mulut. Piringan balin ini berfungsi untuk menyaring organisme atau plangton yang menjadi makanan dari paus bungkuk. Paus bungkuk akan membuka lebar-lebar mulutnya untuk memasukkan air dan juga organisme kecil kemudian menyaring airnya dan membiarkan organisme tersebut tetap tinggal berada di mulut.

Paus bungkuk memiliki suara-suara yang kompleks untuk menyanyikan lagu-lagu dalam rangka menarik perhatian pasangannya. Selain berguna untuk menarik pasangannya, bunyi dari paus bungkuk ini juga diperlukan untuk komunikasi dan juga deteksi mangsa seperti halnya yang dilakukan oleh paus biru. Saat paus bungkuk memiliki seekor pasangan mereka akan mengawal pasangannya tersebut dan secara agresif akan membela jika pasangannya mendapat ancaman dari hewan lain.

 

Paus bungkuk merupakan hewan yang ramah

Meskipun ukuran paus bungkuk sangat besar akan tetapi hewan ini tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan, ada kejadian yang menunjukkan bahwa paus bungkuk melindungi seorang penyelam dari serangan hiu. Dalam kejadian tersebut, seorang wanita yang bernama Nan Hausher selamat dari serangan hiu yang ganas karena dirinya dilindungi oleh seekor paus bungkuk jantan. Dalam kejadian tersebut, Nan yang berusia 63 tahun didorong oleh seekor paus jantan untuk menghindarkannya dari serangan hiu. Nan yang merupakan seorang peneliti paus selama 28 tahun mengaku takut karena paus bungkuk ini terus mendorongnya. Peristiwa ini telah memberikan informasi kepada kita bahwa paus bungkuk ternyata adalah hewan yang memiliki naluri melindungi dan sifat sosial yang sangat baik sekali.

 

Habitat dan kehidupan paus bungkuk

Paus bungkuk biasanya ditemukan di seluruh samudra di dunia, dimana paus bungkuk biasanya melakukan migrasi tahunan hingga ribuan kilometer dari tempat makan di perairan kutub ke dekat daerah tropis. Selama bermigrasi, paus bungkuk akan melakukan puasa dengan tidak makan dia akan tetap bertahan hidup dengan mengandalkan cadangan lemak di dalam tubuhnya. Dengan menahan makan, maka paus bungkuk akan mencoba menurunkan berat badannya. Dimana biasanya paus bungkuk akan kehilangan hingga sepertiga dari masa tubuhnya.