Ciri ciri Penyakit Jantung yang Wajib Anda Waspadai. Check It!

ciri ciri penyakit jantung

ciri ciri penyakit jantung

Ciri ciri Penyakit Jantung – Ciri-ciri penyakit jantung penting untuk Anda ketahui. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal umur, bahkan ada yang tidak memunculkan gejala. Dengen mengenal ciri-cirinya, langkah penanganan bisa segera dilakukan sebelum memunculkan komplikasi yang fatal.

Penyakit jantung merupakan keadaan ketika jantung mengalami gangguan dan tidak berfungsi dengan baik. Gangguan tersebut bisa berbagai jenis dan ditangani dengan cara yang berbeda pula.

Waspada dan Kenali Lebih Jauh Ciri-ciri Penyakit Jantung Berikut Ini

Pada umumnya, nyeri dada dan sesak nafas ketika beraktivitas maupun beristirahat adalah pertanda penyakit jantung. Namun, ada beberapa penyakit lain yang memiliki gejala serupa seperti jenis penyakit jantung. Bahkan adapula yang  tidak bergejala.

Oleh sebab itu, mengenal ciri-ciri penyakit jantung sangat penting bagi Anda supaya pemeriksaan dan langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Ciri-ciri Penyakit Jantung Menurut Jenisnya

Berikut ini merupakan beberapa jenis penyakit jantung beserta berbagai gejala yang menyertainya:

1. Serangan Jantung

Serangan jantung disebabkan adanya plak atau penyumbatan di pembuluh darah jantung, sehingga aliran darah ke otot jantung terhambat. Keadaan ini berimbas pada terganggunya fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Penderita serangan jantung akan menunjukkan beberapa gejala, seperti:

  • Mengalami nyeri pada tulang rusuk bagian bawah, bagian dada, dan lengan yang menjalar hingga ke leher, rahang, bahu, hingga punggung
  • Pusing, mual, dan muntah
  • Nyeri di perut bagian atas atau ulu hati
  • Lemas
  • Keringat berlebih
  • Sesak nafas
  • Detak jantung lebih cepat atau berdegub
  • Perut kembung
  • Walaupun sudah minum obat pereda nyeri biasa, gejala tersebut bisa berlangsung selama 30 menit atau lebih dan tidak hilang. Gejala yang timbul pun bisa bersifat ringan hingga berat.

Serangan jantung untuk beberapa kasus terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Keadaan ini disebut dengan silent myocardial infaction.

2. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika adanya penumpukan plak atau aterosklerosis sehingga menyebabkan pembuluh darah yang memasok darah ke jantung terhambat.

Pada umumnya, penyakit jantung koroner ditandai oleh nyeri, rasa tidak nyaman atau rasa tertekan di bagian dada. Selain itu, penyakit jantung koroner juga bisa memunculkan beberapa gejala lain, seperti:

  • Lemas dan pusing
  • Jantung berdebar atau palpitasi
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Nafas pendek atau sesak nafas

3. Aritmia

Aritmia terjadi ketika jantung berdenyut secara tidak beraturan akibat adanya gangguan aliran listrik di saraf yang mengatur melodi jantung. Keadaan ini menyebabkan denyut jantung terlalu lambat atau terlalu cepat, sehingga tidak bisa memompa darah dengan baik.

Gangguan irama jantung umumnya disertai dengan gejala berikut ini:

  • Jantung berdebar atau palpitasi
  • Nyeri di dada
  • Pusing
  • Lemas
  • Nafas pendek
  • Penurunan kesadaran atau pingsan

4. Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung lebih cepat dari keadaan normal. Detak jantung normal yaitu 60–100 kali per menit. Sedangkan denyut jantung pada kondisi fibrilasi atrium bisa lebih dari 100 kali per menit.

Fibrilasi atrium terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali, sama halnya dengan serangan jantung. Tetapi, ada beberapa tanda dan gejala fibrilasi atrium yang umumnya timbul, di antaranya:

  • Jantung berdebar atau palpitasi
  • Nyeri di bagian dada
  • Sesak nafas ketika beraktivitas normal
  • Lemas dan pusing secara tiba-tiba
  • Jika keadaan ini tidak segera ditangani bisa menyebabkan komplikasi berupa stroke, pembekuan darah, hingga gagal jantung.

ciri ciri penyakit jantung

Sumber: https://www.sehatq.com

5. Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan keadaan ketika jantung tidak bisa memompa darah dengan lancar ke seluruh tubuh. Beberapa keadaan, seperti tekanan darah tinggi dan penyempitan pembuluh darah, bisa menyebabkan otot jantung melemah dan memicu terjadinya gagal jantung.

Gejala dari gagal jantung bisa berlangsung terus-menerus atau terjadi secara mendadak. Berikut ini merupakan tanda dan gejala gagal jantung:

  • Sesak nafas ketika beristirahat atau berbaring
  • Batuk
  • Pembengkakan di area perut, kaki, dan pergelangan kaki
  • Pusing
  • Letih dan lemas
  • Susah berkonsentrasi
  • Nafsu makan berkurang

6. Perikarditis

Peradangan pada perikardium atau sering disebut perikarditis, merupakan lapisan yang berfungsi untuk membungkus dan melindungi jantung. Keadaan ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur, atau gangguan autoimun.

Pada umumnya, perikarditis ditandai dengan gejala demam, jantung berdebar, tubuh terasa lemas, serta nyeri di bagian tengah dada dan terasa menusuk.

Rasa nyeri tersebut akan semakin berat seandainya penderita menarik nafas, batuk, atau berbaring. Jika tidak segera ditangani, perikarditis berisiko menyebabkan kematian.

7. Kardiomiopati

Kardiomiopati mengacu pada istilah lemah jantung atau juga disebut gangguan otot jantung. Keadaan ini menyebabkan otot jantung menebal, membesar, atau menjadi kaku.

Beberapa penderita kardiomiopati bisa menjalani hidup dengan normal dan tidak menunjukkan gejala. Tetapi, ada pula yang menunjukkan gejala dan memburuk seiring menurunnya fungsi jantung. Gangguan jantung ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Nyeri dada sesudah berolahraga dan sesudah makan
  • Kelelahan
  • Palpitasi
  • Pembengkakan di lengan atau tungkai kaki
  • Pingsan

8. Penyakit Katup Jantung

Jantung mempunyai 4 katup yang berfungsi untuk menjaga aliran darah dari dan menuju jantung. Tetapi, pada penderita penyakit katup jantung, fungsi jantung dalam memompa darah terganggu dikarenakan salah satu katup atau lebih tidak bisa membuka atau menutup dengan baik.

Seandainya ada gangguan pada katup jantung, penderitanya akan menunjukkan gejala berupa:

  • Nyeri di dada ketika beraktivitas atau menghirup udara dingin
  • Lemas dan pusing
  • Palpitasi atau dada berdebar

Metode Mendiagnosis Penyakit Jantung

Segeralah periksakan diri ke dokter untuk menetapkan apakah gejala yang Anda alami termasuk ciri-ciri penyakit jantung atau bukan. Hal ini penting dilakukan terlebih jika Anda memiliki faktor risiko terkena penyakit jantung, seperti memiliki berat badan berlebih dan tekanan darah tinggi.

Dalam menetapkan diagnosis dan jenis penyakit jantung yang dialami penderita, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:

  1. Elektrokardiografi (EKG)
  2. Rontgen dada
  3. Ekokardiografi
  4. Angiografi
  5. Pemeriksaan enzim jantung
  6. Penyakit jantung bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, misal mengonsumsi makanan bernutrisi, mengatur asupan lemak dan garam, menghentikan kebiasaan merokok, berolahraga secara rutin, serta mengelola stres dengan baik.

Jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung atau mengalami gejala-gejala penyakit jantung, segera konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Ciri – Ciri Kanker Serviks yang Wajib Anda Ketahui. Yuk, Simak!