Kopi Arabika

Jangan Sampai Salah, Inilah Ciri-Ciri Kopi Arabika

Posted on

Kopi di Indonesia menjadi minuman yang bisa dikatakan tidak bisa lepas untuk sebagian masyarakat. Pasalnya, banyak pecinta minuman ini, apalagi terbukti sekarang semakin banyak kedai kopi yang buka.

Kopi adalah tanaman yang mempunyai berbagai jenis varietas. Dari banyak jenis biji coffee yang dipasarkan, terdapat empat varietas kopi utama, yakni Arabika, Luwak, Robusta, dan Liberika. Di antara keempatnya, yang paling laris di Indonesia adalah kopi Arabika.

Arabika coffee pun memiliki banyak peminat, karena rasanya lebih ringan di mulut. Namun, beberapa peminum kopi terkadang tak tahu wawasan dasar ini. Mereka tak peduli dengan jenis kopi yang diminum. Padahal kandungan pada setiap jenis varietas kopi berbeda.

Kopi varietas Arabika merupakan kopi murni bercita rasa terbaik, dengan kandungan kafein kurang lebih 0,8 – 1,4 persen. Sekarang jenis kopi ini sudah ada sekitar 500 jenis dan sub-varietas lebih dari 6.000.
Arabika mempunyai sejumlah ciri. Para pecinta kopi sebaiknya mengetahui hal ini. Nah, berikut adalah ciri-ciri tersebut:

Ciri-Ciri Kopi Arabika

  • Bentuk biji coffee Arabika sedikit memanjang tipis, bentuknya seperti bulan sabit, lebih mengkilap, serta ukuran lebih tipis.
  • Celah tengah di biji kopi berlekuk, setelah kopi dipanggang celah akan menjadi berwarna kuning.
  • Karakter rasa kopi masam.
  • Variasi rasa kopi bermacam, mulai manis serta lembut sampai tajam dan keras terkenal masam.
  • Aromanya wangi serta terasa kental di mulut.

Sebagai saran supaya hasil Arabika lebih baik ditanam di ketinggian 1.000 – 2.100 meter di atas permukaan laut. Jika ditanam pada bawah ketinggian itu, kemungkinan besar tanaman kopi akan menjadi terserang penyakit karat.
Arabika memang membutuhkan perawatan serta budidaya ekstra supaya hasil produksi kopi menghasilkan kualitas baik. Pasar kopi di Indonesia pun kebanyakan dipenuhi oleh kopi ini.

Baca juga  Tips Memilih Biji Kopi Terbaik Untuk Espresso

Merawat Arabika mempunyai keunikan tersendiri meskipun cukup rumit. Jika ditanam pada daerah tertentu yang bukan merupakan habitat aslinya, hasil dari panennya akan beda dengan induknya. Karakteristik rasa, aroma, serta ciri khas kopi berkembang sesuai tempatnya ditanam.

Seperti Arabika varietas Gayo yang berasal dari Aceh, jika ditanam di Jawa maka akan hasilkan karakteristik berbeda dari induknya. Begitu juga dengan varietas lainnya.

Di Indonesia sendiri varietas Arabika ada banyak jenisnya serta sub-varietas. Namun, ada enam varietas kopi Indonesia terkenal di dunia. Enam dari tujuh jenis Arabika terkenal di dunia asalnya dari Indonesia, yakni Mandailing dari Sumatera, Gayo dari Aceh, Kintamani dari Bali, Java dari Jawa, Toraja dari Sulawesi, dan Mangkuraja dari Bengkulu.

Nah, itulah beberapa ciri dari Arabika, mulai dari biji coffee, karakter, serta rasanya. Arabika merupakan salah satu jenis kopi yang paling banyak penyuka dan peminatnya. Banyak pecinta kopi yang lebih memilih kopi jenis ini dibandingkan jenis lainnya. Tidak heran jika Arabika semakin banyak dibudidayakan.