kopi arabika asam

Kenali Ciri-Ciri Kopi Arabika Asam Yang Berbeda Dengan Robusta

Posted on

Bagi penikmat kopi, tentu tidak asing dengan kopi arabika asam. Kopi jenis ini bisa dijumpai di coffee shop di kota anda. Variasi rasa yang beragam dari arabika membuat jenis kopi ini banyak digemari dari berbagai kalangan.
Meski demikian, masih banyak orang yang bingung bagaimana membedakan antara arabika dengan robusta. Dari segi rasa, keduanya jelas sangat berbeda.

Arabika memiliki rasa yang beragam dengan sentuhan lembut, manis, tajam serta kuat. Sebelum disangrai, arabika memiliki aroma amat mirip dengan blueberry. Kemudian, usai disangrai, kopi tersebut akan memiliki aroma buah-buahan manis.

Sementara itu, robusta memiliki rasa yang cenderung netral. Terkadang, kopi ini juga mempunya rasa layaknya gandung. Sebelum disangrai, biji kopi memiliki aroma seperti kacang-kacangan. Rasa dari robusta sendiri juga tidak seberagam arabika.

Ciri-Ciri Kopi Arabika

Nah, agar lebih mudah membedakan antara kopi arabika dan robusta, di bawah ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri kopi arabika. Apa saja? Simak ulasan berikut.

  1. Lokasi Tanam

    Kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700 sampai 1700 mdpl. Ketinggian tersebut masuk dalam kawasan dataran tinggi dengan suhu yang sejuk antara 16-20 derajat celcius.

    Lokasi tanam yang berada di dataran tinggi tersebut, membuat kopi arabika asam dan terhindar dari penyakit. Jika ditanam di dataran yang kurang dari 700 mdpl maka lebih rentan terhadap penyakit daun karat atau Hemileia vastatrix (HV).

  2. Bentuk Biji

    Ciri-ciri lain yang membedakannya dengan robusta yakni dari bentuk biji. Arabika mempunyai bnetuk biji yang sedikit memanjang serta agak pipih. Bentuk biji arabika juga mempunyai ukuran yang agak besar. Hal ini berbeda dengan bentuk biji robusta yang agak membulat dan terlihat padat.

  3. Kadar Kafein

    Kadar kafein kopi arabika berada di kisaran 0,9 -1,4 persen. Jumlah kafein yang rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut serta tidak pekat ketika diseduh. Selain itu, arabuka juga nyaman di lambung sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah lambung.

    Sedangkan pada kopi robusta memiliki kadar kafein yang lebih tinggi yakni 1,8 – 4 persen, sehingga rasanya pada jenis kopi ini pun cenderung lebih pahit daripada arabika. Kadar kafein yang tinggi ini juga membuat robusta tidak ramah bagi mereka yang memiliki masalah lambung.

  4. Harga

    Selanjutnya yakni dari segi harga. Kopi arabika memiliki harga yang cukup bervariasi. Namun, rata-rata harganya pasarannya lebih tinggi ketimbang kopi robusta Untuk arabika biasanya dibanderol di harga Rp 32 ribu hingga Rp 50 ribu untuk per 100 gram.

    Harga ini pun berbeda-beda tergantung asal daerahnya. Sementara, kopi robusta mempunyai harga yang lebih stabil dan lebih rendah dari arabika yakni berkisar Rp 23 ribu hingga 30 ribu per 100 gram. Biasanya, kopi robusta juga banyak dijual dalam bentuk bubuk siap seduh.

Nah, itulah ulasan mengenai ciri-ciri kopi arabika asam. Dari segi bentuk, rasa, lokasi tanam dan harga memiliki perbedaan dengan kopi robusta. Terlebih, kopi arabika juga memiliki kadar kafein yang lebih rendah ketimbang kopi robusta.

Baca juga  Pengertian Dan Manfaat Penting Biji Kopi Robusta Bagi Kesehatan