Ciri ciri HIV dan AIDS Beserta Cara Pencegahannya. Wajib Baca!!! August 2022
ciri ciri hiv

Ciri ciri HIV dan AIDS Beserta Cara Pencegahannya. Wajib Baca!!!

ciri ciri hiv

Ciri – ciri HIV dan AIDS – HIV dan AIDS merupakan salah satu virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV (human immunodeficiency virus) yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi serta menghancurkan sel CD4.

Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah sehingga sangat rentang diserang oleh penyakit lain. Nah, bila HIV tidak ditangani dengan benar dapat berlanjut ke AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS ini yaitu stadium akhir dari infeksi virus HIV. Di tahap ini sistem imunitas tubuh sudah tidak dapat melawan infeksi lagi.

Ciri ciri HIV dan AIDS yang Wajib Anda Ketahui sebagai Pengetahuan

Infeksi HIV terjadi dalam tiga tahap. Tanpa perawatan penyakit ini akan semakin memburuk seiring waktu dan akhirnya mengalahkan sistem kekebalan. Tergantung dari stadium yang dialami pengidapnya, gejalanya akan semakin mengganggu. Berikut ini ciri-ciri HIV secara bertahap yang wajib Anda ketahui:

Tahap Pertama: Gejala Infeksi HIV Akut

Kebanyakan orang tidak tahu langsung ketika sudah terinfeksi HIV. Tapi mereka mungkin memiliki gejala dalam waktu 2 sampai 6 minggu setelah mereka terserang virus. Inilah saatnya sistem kekebalan tubuh menahan virus masuk. Hal itu disebut dengan infeksi HIV primer.

Gejala HIV mirip dengan flu dan mirip dengan penyakit virus lainnya. Virus bertahan satu atau dua minggu dan kemudian pergi.

Ini tanda-tanda atau ciri-ciri awal penderita HIV:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Sakit otot
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam merah yang tidak gatal pada tubuh
  • Demam

Seandainya Anda memiliki gejala seperti ini dan mungkin sudah berhubungan dengan seseorang dengan HIV dalam 2 sampai 6 minggu terakhir, pergilah ke dokter dan lakukan tes HIV.

Percobaan awal penting sebab pada tahap ini kadar HIV dalam darah dan cairan tubuh sangat tinggi, ini membuat virus tersebut sangat menular. Dan mulailah pengobatan sesegera mungkin untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kombinasi obat-obatan atau terapi antiretroviral dapat membantu melawan HIV, menjaga sistem kekebalan tubuh dan membuat pengidap tidak menyebarkan virus.

ciri ciri hiv

Sumber: https://health.detik.com

Tahap Kedua: Gejala Latensi Klinis

Gejala-gejala seperti flu akan hilang, setelah sistem kekebalan tubuh kalah dalam pertempuran dengan HIV. Tapi di dalam tubuh, sel-sel yang disebut dengan sel T CD4 mengoordinasikan respon sistem kekebalan tubuh. HIV yang tidak diobati selama tahap ini akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh.

Ini tanda-tanda atau ciri-ciri tahap kedua penderita HIV:

  • Pada umumnya tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun.
  • Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
  • Penderita dapat menularkan atau menginfeksi ke orang lain.
  • Berlangsung sampai 10 tahun lebih.

Tahap Ketiga: Gejala AIDS

AIDS merupakan tahap lanjut dari infeksi HIV. Ini umumnya terjadi ketika jumlah sel T CD4 turun di bawah 200 dan sistem kekebalan tubuh rusak parah. Penderita dapat mengalami infeksi oportunistik, penyakit yang sering terjadi dan lebih buruk pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Beberapa diantaranya seperti Sarkoma Kaposi (suatu format kanker kulit) dan Pneumocystis Pneumonia (penyakit paru-paru) juga dianggap sebagai “penyakit terdefinisi AIDS”.

Berikut ini tanda-tanda tahap ketiga pengidap HIV dan AIDS:

  • Energi tahan tubuh melemah sehingga mudah sakit dan akan berlanjut menjadi AIDS.
  • Demam terus menerus lebih dari 10 hari.
  • Lelah setiap saat dan sulit bernafas.
  • Diare dalam jangka waktu lama.
  • Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut dan organ intim wanita.
  • Adanya bintik ungu yang tidak hilang.
  • Nafsu makan menurun sehingga berat badan turun.

HIV AIDS di Indonesia

Selama tahun 2016 berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, ada lebih dari 40 ribu kasus infeksi HIV di Indonesia. Pada umumnya HIV di Indonesia seringkali terjadi pada pria dan wanita, lelaki seks lelaki (LSL) dan pengguna NAPZA suntik.

Pada tahun 2016, terdapat sekitar 7 ribu penderita AIDS dan jumlah kematian lebih dari 800 orang. Dan tercatat lebih dari 10 ribu laporan infeksi HIV pada tahun 2017, dan tidak kurang dari 650 kasus AIDS di Indonesia.

Pencegahan HIV dan AIDS

Berikut ini ada beberapa cara untuk mencegah HIV dan AIDS:

  1. Gunakan kondom yang baru setiap berhubungan intim, baik anal maupun oral.
  2. Jangan berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
  3. Jujur pada pasangan seandainya terkena HIV AIDS, agar pasangan Anda melakukan tes HIV juga.
  4. Sunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
  5. Periksa dan berkonsultasi ke dokter seandainya merasa terinfeksi atau tertular HIV AIDS setelah melakukan hubungan intim dengan pengidap HIV.

Baca Juga: Ciri – ciri Kanker Payudara Stadium 1 Sebelum Terlambat. Wajib Baca!!!